Beredar Dana Reuni 212 Rp 443 Juta, Panitia: Duit dari Mana?

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 30 Nov 2017 09:30 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Beredar proposal kegiatan kongres nasional dan reuni akbar alumni 212 dengan anggaran kegiatan sebesar Rp 443 juta. Ketua Panitia Kongres Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar, menepis kabar tersebut.

"Kagak benar, orang kami nggak punya duit, dari mana? Ini panitia sampai gadaiin BPKB kok kami. Nggak sebegitu sebenarnya, itu proposal awal yang belum jadi tapi sudah kesebar, saya juga bingung," ujar Bernard kepada detikcom, Rabu (29/11/2017).

Menurut Bernard, proposal yang tersebar tersebut belum sepenuhnya jadi. Namun, telah disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Dana yang dicatat dalam proposal tersebut juga masih berupa karangan.

"Belum fix benar, dananya juga masih ngarang itu. Ini dana kita sendiri, dana patungan, nggak ada yang mau biayain, siapa yang mau biayain. Itu tu proposal yang beredar nggak segitu, walaupun memang awalnya kami menshare untuk ada perubahan-perubahan. Itu rencana, nggak benar itu, yang fixnya sudah ada sama saya, nggak saya sebar," katanya.

Sementara itu Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif memaklumi jika dana kegiatan alumni 212 mencapai Rp 443 juta. Menurutnya untuk kegiatan yang besar dana seperti itu sangatlah wajar.

"Ya wajar lah untuk acara sebesar itu kita sewa sound sistem, sewa apa, ya wajarlah," ucap Slamet dihubungi terpisah.

Alumni 212 akan menggelar kongres nasional pada Jumat (1/12) besok. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahim antar alumni 212. Bernard menepis isu miring terkait kegiatan ini.

"Ya kita cuman mau silaturahim, kemudian kedua tujuan kongres ini tidak berurusan dengan masalah partai, atau politik atau apa, artinya nanti di Kongres itu baru dibicarakan mau apa, mau apanya kan peserta kongres (yang menentukan), kita belum bisa menentukan tujuannya," jelas Bernard.

Panitia pelaksana hanya mengundang peserta alumni 212 untuk menyamakan visi dan satu niat dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. Agenda kongres dan pembahasan kongres diserahkan seluruhnya kepada peserta.

"Itu saja, nggak ada mau macam-macam, nggak ada mau gulingin presiden atau apa, wah itu berita-berita dari mana? Ya kalau agendanya ya nanti tergantung ini saja, peserta kongresnya mau bagaimana, kan itu simpul-simpul umat, mereka yang punya saran dan acara, kami cuma memfasilitasi saja berkumpulnya mereka, sekalian kan mau reuni gitu," imbuhnya. (nvl/aan)