Pengendara Keluhkan Tumpahan Tanah Akibat Proyek di Bekasi Utara

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 28 Nov 2017 15:38 WIB
Foto: Tumpahan tanah di Bekasi Utara (Edo-detikcom)
Jakarta - Warga Margajaya mengeluhkan ceceran tanah bekas galian perumahan di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, yang tumpah dari bak truk pengangkut. Pasalnya kondisi jalan menjadi berdebu dan licin bila hujan.

Pantauan pada Selasa (28/11/2017) di Jalan Perjuangan, Margajaya, Bekasi Utara terdapat aktivitas pengangkutan galian tanah oleh pengembang perumahan. Aktivitas itu ditandai dengan papan peringatan 'Hati-Hati Jalan Licin, Keluar Masuk Kendaraan Proyek'.

Banyak truk membawa tanah mondar-mandir di lokasi. Akibatnya tanah galian tercecer ke bahu jalan. Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan dan warga. Pasalnya membahayakan pengendara motor, apalagi ketika hujan turun sehingga kontur jalan menjadi licin.

"Setiap hari truk keluar-masuk proyek. Pagi masuk, dan siangnya truk keluar sudah mengangkut tanah merah," keluh warga Margajaya Ardiansyah (28) pada Selasa (28/11/2017).



Pengendara Keluhkan Tumpahan Tanah Akibat Proyek di Bekasi UtaraFoto: Tumpahan tanah di Bekasi Utara (Edo-detikcom)


Menurut Ardiansyah pengoperasian galian tanah tidak melihat waktu. Dirinya meminta Pemerintah Daerah tegas dalam mengatur jadwal operasi.

"Paling tidak mereka kerja dari malam hari sampai pagi. Kalau bisa, setiap truk yang baru keluar dari proyek dibersihkan dulu supaya tanah merah tidak tercecer dari roda maupun badan truk," ujar pria yang selalu melewati jalan tersebut.

Sementara Jamal (30) mengatakan, tumpahan dari truk tanah menjadikan kondisi jalan licin. Hal ini membahayakan pengendara roda dua.

"Kalau hujan, kontur jalan sangat licin. Sebagus apapun jenis ban kalau melintasi jalan beraspal dengan tanah seperti ini, pengendara akan terjatuh," kata Jamal.

Hal senada juga dikatakan Sofian (45) penjual warung kopi di Jalan Perjuangan. Menurutnya kondisi jalan licin mengakibatkan pengendara terjatuh.

"Baru kemarin sore habis hujan gerimis, ada yang jatuh di depan Universitas Bhayangkara. Mungkin karena kaget jadi mengerem pakai rem depan, di tambah lagi jalan licin akibat tanah," kata Sofian.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, sesuai UU No 38/2014 Tentang Jalan, telah diatur tanggung jawab dari aktivitas galian tanah. Pihaknya akan mengecek ke lapangan terkait kondisi jalan tersebut.

"Nanti kita tertibkan dan cek dokumennya. Personel saya akan meluncur ke lokasi untuk mengeceknya. Apabila truk tersebut melintas pada jam sibuk atau pagi dan siang hari, akan ditertibkan," ungkap Yayan. (edo/rvk)