DetikNews
Rabu 22 November 2017, 18:07 WIB

Laporan Dari Kuching

Jokowi Pamer Pembangunan di Indonesia ke WNI di Malaysia

Ray Jordan - detikNews
Jokowi Pamer Pembangunan di Indonesia ke WNI di Malaysia Jokowi di Malaysia (Ray Jordan/detikcom)
Kuching - Presiden Joko Widodo menemui ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Sarawak, Malaysia. Jokowi menyampaikan saat ini pemerintah tengah gencar membangun infrastruktur, termasuk kantor perbatasan RI dengan negara tetangga.

Jokowi mengatakan pemerintah memang sengaja fokus menggalakkan pembangunan infrastruktur. Berbagai pembangunan di berbagai daerah Indonesia pun dilakukan.

"Sudah kita kerjakan jalan tol Trans Sumatera, pelabuhan di Kuala Tanjung di Sumut, Makassar New Port, juga Trans Papua, Trans Kalimantan, 49 bendungan besar dalam proses pembangunan semuanya. Airport juga di pulau terluar Indonesia, di Miangas. Jalur kereta Sulawesi juga kita bangun dua tahun lalu," kata Jokowi saat 'Temu Kangen Presiden Jokowi dengan WNI' di Stadion Perpaduan Kuching, Sarawak, Malaysia, Rabu (22/11/2017).






Jokowi mengatakan tujuan pembangunan tersebut agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. "Kalau ini nggak ada, jangan berharap kita bisa bersaing degan negara lain," katanya.

Tak hanya pembangunan di perkotaan, Jokowi juga mengatakan pemerintah juga menggalakkan pembangunan di wilayah perbatasan RI dengan negara tetangga. Termasuk mempercantik kantor perbatasan RI.

"Yang sudah lewat Entikong ada ndak? Coba bandingkan dengan yang sebelumnya kayak apa? Kayak kandang ayam. Coba sekarang bagus ndak? Itu ada yang acungkan jempol dua, ya memang bagus," kata Jokowi.

WNI di MalaysiaWNI di Malaysia (Ray Jordan/detikcom)


Jokowi mengatakan tujuan mempercantik kantor perbatasan tersebut adalah menaikkan martabat dan harga diri bangsa Indonesia.

"Supaya kita maju, punya harga diri, agar kita punya martabat agar tidak malu dengan negara tetangga kita. Masak kantor perbatasan kayak kantor kelurahan? Kalau saya malu," katanya.

Jokowi sendiri mengaku sempat malu ketika melihat kantor perbatasan RI di Entikong. Saat itu kantor perbatasan milik Malaysia jauh lebih bagus.

"Saya nengok di seberang kok bagus. Saya lihat di Timor Leste juga kok lebih bagus. Kantor kita kok kayak kantor RT saja. Saya minta (saat itu) waktu dua minggu ini semua bangunan dirobohkan dan ganti dengan yang lebih baik. Jangan malu dengan negara tetangga kita," ucapnya.
(jor/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed