DetikNews
Selasa 21 November 2017, 12:12 WIB

Kemenhub: Tarif Sekolah Diploma III Pelaut Rp 62,15 Juta

Niken Widya Yunita - detikNews
Kemenhub: Tarif Sekolah Diploma III Pelaut Rp 62,15 Juta Siswa sekolah pelayaran (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Jakarta - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Djoko Sasono menyatakan, seluruh biaya penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pelayaran di lingkungan BPSDMP, berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Biaya juga telah mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

"Ketika penetapan tarif, ada mekanisme penghitungannya di Kementerian Keuangan, di sana dipertimbangkan segala hal termasuk kemampuan daya beli masyarakat setempat," ujar Djoko
dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/11/2017). Hal ini untuk menanggapi berita mahalnya biaya menjadi pelaut.

Menurut Djoko, tarif layanan serupa di wilayah sekitarnya, setelah melalui segala proses perhitungan dan mempertimbangkan daya beli masyarakat barulah diterbitkan peraturan tentang tarif. Hal inilah yang menjadi pedoman penarikan biaya diklat ke masyarakat.



Djoko mencontohkan, biaya pendidikan di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, tarifnya berdasarkan PMK No 58 Tahun 2016.

"Pada PMK tersebut ditetapkan tarif Poltekpel Surabaya untuk program Diploma III Nautika jalur reguler sampai lulus Rp 62.150.000. Sedangkan untuk jalur mandiri Rp 69.588.000," ungkap Djoko.

"Biaya tersebut sudah termasuk makan dan penginapan peserta selama mengikuti diklat, yang pembayarannya dicicil setiap semester," imbuh Djoko.

Tidak hanya itu, Djoko juga menjelaskan ada 2 jenis pendidikan pelaut di lembaga yang dia pimpin. "Di kita ada jalur diploma dan non diploma. Yang saya jelaskan tadi yang diploma. Untuk non diploma tentu biayanya akan berbeda, apalagi short course yang tentunya lebih murah," jelas Djoko.

Hal yang sama disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut, Capt. Arifin Soenardjo. Arifin menjelaskan, penentuan tarif melalui mekanisme standar biaya dan dalam pelaksanaannya dilakukan secara online.

"Tarif diklat yang kami terapkan sesuai dengan aturan biaya diklat, baik pembayaran maupun pendaftaran sudah menggunakan sistem online. Karena itu tidak ada lagi face to face," jelas Arifin.

Terkait masyarakat yang tidak mampu, Djoko menjelaskan bahwa ada beasiswa yang diberikan kepada para peserta diklat dengan kriteria tertentu. "Untuk masyarakat yang tidak mampu membayar biaya diklat dan berprestasi kita berikan beasiswa sesuai Peraturan Menhub Nomor KM 84 Tahun 2009," ungkap Djoko.

Selain beasiswa tersebut, Kementerian Perhubungan juga memiliki program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM). Program ini memberikan diklat vokasi bidang transportasi kepada masyarakat tanpa dipungut biaya.

Djoko menjelaskan,pada 2017 Kementerian Perhubungan melalui BPSDMP sudah mendiklatkan lebih dari 40 ribu masyarakat. "Tahun depan (2018) kita siapkan kuota 100 ribu, 60 persen di antaranya untuk diklat pelaut," jelas Djoko.



Peserta program DPM adalah masyarakat yang berijazah SMP, SMA atau sederajat minimal berusia 16 tahun, yang tidak memiliki kemampuan secara ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Prioritasnya masyarakat yang secara ekonomi tidak mampu, terutama yang berasal dari daerah terluar, terisolir, rawan bencana dan perbatasan.

Dalam pelaksanaan program DPM ini, Kemenhub bekerja sama dengan pemerintah daerah, universitas atau perguruan tinggi setempat, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), operator sarana dan prasarana transportasi, serta dengan TNI dan POLRI.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Kediri, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat dicurhati siswa SMK Pelayaran Kota Kediri. Menurut siswa, sungguh susah untuk masuk sekolah lanjutan pelayaran dan biayanya sangat mahal, hingga Rp 25 juta.

Budi saat itu membantah apa yang dikemukakan para siswa. Untuk mauk sekolah vokasi seperti pelayaran tidak susah dan biayanya tidak semahal itu, bahkan ada yang gratis.


(nwy/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed