DetikNews
Senin 20 November 2017, 17:43 WIB

Sebut Lengan sampai Siku Novanto Terluka, Otto: Jadi Nggak Tega

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Sebut Lengan sampai Siku Novanto Terluka, Otto: Jadi Nggak Tega Otto Hasibuan (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Sidang Setya Novanto
Jakarta - Pengacara Setya Novanto, Otto Hasibuan, menunjukkan luka-luka lebam kliennya. Dia menyebut kondisi tersangka kasus korupsi e-KTP itu masih lemah.

"Oh belum, belum (bahas bukti-bukti), karena kan ya dia (Setya Novanto) lemah sekali. Tadi saya mau terus saja, tapi saya lihat dia lemah sekali. Jadi saya bilang, ya sudahlah kita tunda dululah," ungkap Otto di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017).

Otto mengaku bertemu dengan Novanto selama kurang-lebih 2 jam di rumah tahanan (rutan) KPK. Dia menemui Novanto bersama Fredrich Yunadi, pengacara Novanto sebelumnya.


Saat bertemu Novanto, Otto semula ingin membahas lebih jauh dokumen dan fakta hukum untuk memetakan kekuatan yang dimiliki Novanto. Namun hal itu urung dilakukan karena, menurut Otto, kondisi fisik Ketua DPR itu tidak memungkinkan.

Otto pun menunjukkan di mana saja luka Novanto. Dia menunjuk lengan sendiri untuk menunjukkan di mana saja tampak luka lebam Novanto.

"Iya di sini (nunjuk kepala) di sini (nunjuk siku), di sini (nunjuk lengan). Biru ya. Lalu di sini (nunjuk lengan) ada bekas baret," terangnya.

Melihat kondisi Novanto seperti itu, Otto pun merasa tidak tega menggali keterangannya lebih jauh. Dia pun menyudahi pertemuan dengan Novanto.


"Tangannya luka. Jadi saya nggak tega juga mau meneruskan interview. Maunya tadi saya langsung ke dokumen-dokumennya aja, fakta-fakta hukum. Saya terus terang aja, ada yang bilang ini diwarnai politik, saya tahu, saya lawyer. Saya nggak mau campur-campur politiklah. Saya lihat secara hukum itu yang akan saya lihat nanti di persidangan," ucap Otto.

Mulai hari ini, Otto bergabung bersama Fredrich membela Novanto dalam pusaran kasus e-KTP. Novanto juga sudah menandatangani surat kuasa untuk diambil alih olehnya.

[Gambas:Video 20detik]


Novanto kini mendekam di Rutan Kelas I KPK Cabang Jakarta Timur atau di gedung baru KPK. Dia menjalani masa 20 hari tahanan terhitung sejak 19 November 2017.

KPK menerbitkan surat perintah penyidikan Novanto pada 31 Oktober 2017. Novanto selaku anggota DPR disangka bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, dan Sugiharto menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi terkait proyek pengadaan e-KTP.
(dhn/dhn)
FOKUS BERITA: Sidang Setya Novanto
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed