DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 18:24 WIB

DPD I Nantikan Rapimnas, Golkar NTT: Ketum Masih Setya Novanto

Nur Indah Fatmawati - detikNews
DPD I Nantikan Rapimnas, Golkar NTT: Ketum Masih Setya Novanto Setya Novanto (tengah) (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga mengatakan pembelaan Sekjen Golkar Idrus Marham terhadap kasus hukum yang dihadapi Setya Novanto adalah pendapat pribadi, bukan keputusan partai. Pimpinan Golkar NTT menyebut Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai masih solid dan belum terpengaruh oleh penahanan sang ketum, Setya Novanto, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.

"Andi ini kan DPP Golkar. Sama halnya dengan bicara seperti itu silakan. Nantinya mekanisme Partai Golkar itu kan melalui rapat pleno. Nah, kalau kami ketua DPD I nunggunya di rapimnas," ucap Ketua DPD I Partai Golkar NTT Melki Laka Lena di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11/2017).

Melki berkata yang terpenting DPD I Golkar sudah satu kata untuk solid. Guncangan semacam perkara Novanto itu juga disebutnya sudah biasa terjadi di partainya.


"Karena kalau kami pecah, itu merespons masing-masing dengan caranya, ya nanti bisa runyamlah kondisi partai ke depan. Kita makanya solid dulu. Golkar kan sudah terbiasa gini ini," tuturnya.

Menurut Melki, Golkar sudah cukup trauma oleh adanya tarik-menarik yang sempat ada di lingkup internal sehingga menyebabkan terpecahnya kubu-kubu partai. Dia pun menegaskan hingga saat ini DPD I masih mengakui kepemimpinan Setya Novanto sebagai ketua umum dengan Sekjen Idrus Marham.

"Kesepakatan kami, kami solid, untuk tidak terpecah belah dalam situasi ini. Kami akan mencermati semua dinamika yang berkembang dan Ketum masih Pak Nov dan Sekjen Pak Idrus Marham," tegas Melki.


Seperti diketahui, Idrus Marham menjadi salah satu kader Golkar yang setia menemani Novanto. Dalam berbagai kesempatan, dia terus memberi pembelaan kepada Ketua DPR itu.

Idrus pun menyebut semua kader, termasuk DPD Golkar di seluruh Indonesia, solid mendukung Novanto. Dia juga menyatakan hasil Munas Golkar yang menetapkan Novanto sebagai ketua umum tak akan diubah. Novanto dan dirinya akan menjabat pucuk pimpinan partai hingga akhir masa jabatan.


Hanya, menurut Andi Sinulingga, pernyataan-pernyataan Idrus terkait perkara hukum Novanto bersifat pribadi. Dia berharap ranah pribadi dan partai bisa dipisahkan.

"Banyak sekali keterangan-keterangan yang diberikan oleh Pak Idrus. Apa yang disampaikan Pak Idrus itu pandangan, pikiran, pendapat pribadi, belum menjadi keputusan partai. Sama seperti yang saya sampaikan ini," sebut Andi, Sabtu (18/11).
(nif/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed