Jadi Rebutan Penantang Gus Ipul, Akankah Emil Tinggalkan Trenggalek?

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 13 Nov 2017 20:54 WIB
Emil Dardak (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Nama Emil Dardak diperebutkan kubu Khofifah Indar Parawansa dan kubu 'Poros Jakarta' untuk bertarung di Pilgub Jawa Timur. Mungkinkah Emil tertarik dan bersedia meninggalkan posisinya sebagai Bupati Trenggalek?

Partai Demokrat ingin menjadikan Emil sebagai bakal cawagub bagi Khofifah. Sedangkan 'Poros Jakarta', yakni Gerindra, PKS, dan PAN, menawari politikus PDIP itu untuk maju sebagai cagub di Pilgub Jatim.

Tentu tawaran-tawaran itu membuat suami Arumi Bachsin ini galau. Sebenarnya apa yang membuat Emil begitu berharga di mata partai-partai penantang kubu Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas, yang sudah diusung PKB dan PDIP, itu?

Selain usianya masih muda, Emil dianggap sebagai bupati yang cerdas dan memiliki hubungan baik dengan pemerintah pusat. Program-program Emil pun dianggap mampu membawa Trenggalek mendulang penghargaan dan dikenal.


"Bupati ini mampu menjadi komunikator hebat antara pusat dan daerah. Pola yang dikembangkan dalam membangun daerah juga tidak egosentris, namun justru merangkul daerah sekitar untuk maju bersama," jelas Ketua DPC Partai Demokrat Trenggalek, Mugianto, Senin (13/11/2017).

Mugianto mengatakan kemampuan Bupati Emil dalam memimpin sebuah daerah tidak diragukan lagi. Gerak progresif yang ditunjukkan selama di Trenggalek dianggap menjadi bukti kepiawaiannya menjadi seorang kepala daerah.


Demokrat pun menampik pendapat yang menilai kepemimpinan Emil masih minim prestasi. Duet Emil-Nur Arifin memimpin Trenggalek selama hampir dua tahun sudah bisa dirasakan. Sejumlah penghargaan tingkat regional sampai nasional diraih Trenggalek.

"Dari orang yang belum banyak tahu mana itu Trenggalek, kini Trenggalek malah banyak dibicarakan banyak kalangan, ini fakta, lo. Dia juga punya keseriusan untuk membangun pesisir selatan," sebut Mugianto.

Emil dinilai cukup piawai dalam melobi serta meyakinkan pemerintah daerah dan pusat. Ini dikatakan Mugianto terkait dibukanya ruang udara di wilayah selatan Jatim untuk bisa menjadi penerbangan sipil.

"Padahal tahun-tahun sebelumnya tidak ada yang pernah berhasil meyakinkan hal itu. Mungkin banyak yang bertanya di mana bandaranya. Itu kan proses dan saat ini benar-benar dipikirkan oleh Pemprov Jatim dan pusat. Ini demi kemajuan pesisir selatan," tuturnya.


Kawasan Prigi, kata Mugianto, juga dijadikan zona ekonomi khusus pariwisata dan niaga. Selain pelabuhan ikan Nusantara, di Prigi akan dibangun pelabuhan niaga yang telah masuk dalam proyek strategis nasional.

"Lagi-lagi petisi Emil Dardak dengan beberapa kepala daerah di pesisir selatan Pulau Jawa berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk membuka jalur pelayaran perintis di Selatan Jawa, mulai Pangandaran hingga Teluk Benoa," urai Mugianto.

Kerja keras Emil mampu meyakinkan Islamic Development Bank (IDB) untuk ikut serta dalam pembiayaan pembangunan jalur Pansela. Mugianto menilai program kerja Emil menuai tren positif di daerah, khususnya Trenggalek.


"Dan masih banyak lagi, yang jelas progres pembangunan Trenggalek menunjukkan sudah menunjukkan tren positif, itu sudah tidak terbantahkan lagi," ujarnya.

Putra pasangan Hermanto Dardak dan Sri Widayati tersebut dikenal sebagai pemuda yang moncer dalam pendidikan maupun karier profesional. Bahkan pada usia 22 tahun, Emil berhasil meraih gelar doktor termuda di Jepang dalam bidang ekonomi pembangunan di Ritsumeikan Asia Pacific University. Ia juga berhasil mendapatkan gelar S2 di Universitas Oxford.

Karier pria kelahiran 20 Mei 1984 tersebut juga cukup mentereng. Pada usia 17 tahun, setelah mendapatkan gelar diploma satu dari Melbourne Institute of Business and Technology, Emil bergabung dengan Bank Dunia. Kiprahnya di Bank Dunia terus berkelanjutan hingga dia menjadi konsultan mulai 2007 hingga 2009.

Masih banyak pengalaman profesionalnya sebelum Emil akhirnya memilih terjun ke politik. Di tengah karier yang cemerlang, dia memutuskan ikut Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek berpasangan dengan pengusaha panci yang masih berusia 25 tahun, Mochammad Nur Arifin.


Emil dan Nur Arifin mendapat sokongan tujuh parpol, yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Persatuan Pembangunan. Pasangan muda itu menang mutlak dengan memperoleh 292.248 suara atau 76,28 persen pada pilkada yang digelar 9 Desember 2015.

Kabag Protokol dan Rumah Tangga Setda Trenggalek Triadi Atmono menjelaskan banyak penghargaan yang telah diraih Trenggalek di bawah kepemimpinan duet Emil-Nur Arifin.

"Untuk penghargaan cukup banyak, mulai Jawa Timur hingga nasional," ucap Triadi dalam kesempatan terpisah.

Lantas akankah Emil tergiur pada tawaran untuk running di Pilgub Jatim? (elz/elz)