DetikNews
Sabtu 11 November 2017, 10:01 WIB

Nyasar ke Permukiman di Dumai, Gajah Ini Diberi Makan Penduduk

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Nyasar ke Permukiman di Dumai, Gajah Ini Diberi Makan Penduduk 2 ekor gajah yang nyasar ke permukiman penduduk di Dumai. Mereka tak merusak permukiman, warga juga senang memberi makan kepada keduanya. (Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Dua gajah liar disorientasi di perkampungan di Dumai, Riau. Demi keselamatan gajah tersebut akhirnya kedua gajah dievakuasi. Gajah liar ini keluar dari habitatnya di Suaka Margastawa (SM) Balairaja, di Kabupaten Bengkalis.

Dua ekor gajah ini memasuki Desa Bangsal Aceh, kawasan Bukit Timah Dumai. Akhir pekan lalu, keduanya tampak mengitari perkampungan penduduk.

Masyarakat sekitar tidak mengusir kedua gajah ini. Warga sekitar justru menyambut hangat kehadiran gajah ini. Mereka tidak mengusik satwa bertubuh bongsor itu.

Kehadiran satwa dilindungi ini, seakan menjadi bagian keluarga baru bagi masyarakat. Walau gajah ini ada di seputaran rumah warga, juga tidak mengganggu.

Warga silih berganti memberikan makanan untuk kedua gajah. Pakan yang diberikan, warga mencari batang pohon pisang yang ditebar di sekitar rumah mereka. Mereka senang dengan kehadiran gajah.

Sambil gajah makan, masyarakat pun dengan santainya menonton gajah tersebut. Usai makan, biasanya gajah kembali berjalan di sekitaran rumah penduduk.

"Kita sangat mengantensi warga sekitar yang tidak mengganggu kehadiran gajah di desa mereka. Warga memberinya makan, dan mereka jadikan hiburan tersendiri. Karena jarang-jarang ada gajah masuk permukiman mereka," kata Koordinator LSM Rimba Satwa Foundation (RSF), Zulhusni, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (11/11/2017).

Kendati gajah ini dapat diterima warga setempat, namun demi kenyamanan akhirnya para aktivis lingkungan bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sepakat untuk mengevakuasi kembali gajah liar tersebut.

Akhirnya, tim dari Pusat Pelatihan Gajah di Sebanga, Duri, Bengkalis, mendatangkan satu ekor gajah jinak ke lokasi. Gajah jinak ini bertugas untuk menggiring dua gajah liar yang masuk ke permukinan.

"Dengan penembakan bius, induk gajah dapat dievakuasi untuk masuk dalam truk. Kedua gajah tersebut kita evakuasi malam hari untuk dikembalikan ke SM Balairaja," kata Zulhusni.

Namun dalam proses evakuasi ini membutuhkan waktu satu hari satu malam. Ini karena lokasi kedua ekor gajah liar itu berada di kawasan bergambut dengan kedalaman satu meter.

"Jadi gajah jinak pun ikut stres karena medan yang sulit untuk menggiring kedua ekor gajah liar itu. Kami juga ikut lelang dan stres," kata Husni.

Menurut Husni, dua ekor gajah ini merupakan kelompok dari gajah yang ada di SM Balairaja yang diperkirakan jumlahnya tak lebih 25 ekor. Tapi belakangan, kelompok gajah ini terpisah dua kelompok.

Sebagian sudah banyak meninggalkan SM Balairaja, dan hijrah ke kawasan hutan Giam Siak Kecil. Sedangkan dua ekor gajah yang nyasar ke Dumai itu, masih bertahan di SM Balairaja.

"Jika ditarik garis lurus dari SM Balairaja ke desa yang di Dumai tadi jaraknya sekitar 40 km. Tapi itukan kalau ditarik garis lurus," kata Husni.

Kendati masyarakat merasa tidak terganggu atas kehadiran gajah itu, namun ke depannya bisa saja menjadi masalah baru. Gajah bisa saja merusak tanaman masyarakat untuk memenuhi makannya.

"Sebelum itu terjadi, makanya tim mengevakuasinya. Kami berterima kasih kepada warga yang tidak mengusik gajah tersebut," kata Husni.
(cha/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed