DetikNews
Jumat 03 November 2017, 16:35 WIB

Kasus Meme Novanto, Akbar Tandjung: Penyampaian Pendapat Itu Wajar

Danu Damarjati - detikNews
Kasus Meme Novanto, Akbar Tandjung: Penyampaian Pendapat Itu Wajar Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar (Grandyos Zafna/detikcom)
FOKUS BERITA: Novanto Divonis 15 Tahun
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung menanggapi kasus 'anak-anak meme' yang dilaporkan Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Menurutnya, penyampaian pendapat tak terbendung di era informasi seperti sekarang.

"Dan tentu saja bagi orang yang tidak setuju dengan penyampaian di media sosial itu, hak dia juga untuk melakukan reaksi. Tetapi tentu saja aparat penegak hukum kalau mau merespons gugatan atau keberatan tentu saja mengacu pada aturan hukum. Karena negara kita adalah negara hukum," kata Akbar di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).



Dia berbicara setelah KAHMI, kelompok yang digawanginya, menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Kembali ke soal meme yang diperkarakan pihak Novanto, bisa saja bila tak sesuai dengan falsafah bangsa, si pembuat meme ditegur.

"Kalau media sosial yang disampaikan itu tidak sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini kita jadikan pegangan, terutama nilai Pancasila, bisa saja terhadap orang yang menyampaikan pesan pendapat itu bisa saja diingatkan," tuturnya.



Namun tak semua penyampai pendapat harus diseret ke meja hijau. Soalnya penyampaian pendapat adalah hal yang normal dalam kehidupan berdemokrasi.

"Tapi kalau memang penyampaian informasi itu masih dianggap yang wajar sebagai negara demokrasi di mana orang berhak menyampaikan pikiran-pikiran pendapat, itu normal. Nah itulah wujud daripada sistem demokrasi kita. Orang bisa menyampaikan apa saja," kata Akbar.



Novanto menyatakan bakal maju terus dalam mendorong pemrosesan kasus ini. "Pokoknya kita teruskan yang soal meme itu," kata Novanto di sela sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Novanto melaporkan 32 akun media sosial atas tuduhan penghinaan dan pencemaran nama baik. Dari 32 akun itu, hanya 9 akun yang bisa ditindaklanjuti.

"Masih diselidiki. Sekitar 9 akun yang bisa didalami," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.
(dnu/ams)
FOKUS BERITA: Novanto Divonis 15 Tahun
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed