Saat Ditodong Eks Dokter RSPAD, Ketua RT: Saya Nggak Takut

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 01 Nov 2017 18:51 WIB
Anwari Kertahusada (Foto: Kanavino/detikcom)
Anwari Kertahusada (Foto: Kanavino/detikcom)
Jakarta - Ketua RT 06 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Subagio, mengaku tak takut saat ditodong senapan oleh eks dokter RSPAD, Anwari Kertahusada. Subagio malah menantang Anwari untuk menembaknya jika berani.

"Saya nggak takut. Saya bilang, tembak saja kalau berani," kata Subagio saat berbincang melalui sambungan telpon, Rabu (1/11/2017).


Anwari memang mengarahkan senapan itu ke muka Subagio. Namun dia menembakkannya ke arah atas sebanyak 2 kali.

"Ya sempat (ditembakkan) ke atas. Tadinya ditujuin ke muka saya," tutur Subagio.

Setelah itu, Subagio terlibat cekcok dengan Anwari di bengkel dekat rumahnya. Subagio sempat didorong-dorong hingga kancing bajunya lepas.

"Sudah beres itu, saya ditempeleng. Sempat nempeleng. Terus akhirnya topi saya jatuh diambillah sama si dokter. Akhirnya dia pergi," ujarnya.


Cerita ternyata tak berhenti di situ. Subagio lalu melapor ke Polsek Pesanggrahan terkait dugaan penganiayaan oleh Anwari.

"Saya minta bantuan, saya telepon kapolsek. Bapak Eko. Pak Kapolsek saya mohon bantuan, saya lagi bermasalah blablabla...," ujarnya.

Saat Subagio membuat laporan di Polsek, tiba-tiba Anwari datang. Di depan polisi, Anwari malah menuding Subagio telah memukulnya hingga giginya patah.

"Nah dateng si Anwari. Saya nggak tahu dia mau laporan atau apa. Datang ke Polsek. Dia teriak-teriak saya disangka mukulin dokter ini. 'Nah ini yang mukulin saya pak, Tolong tangkap ini'. Saya dihajar sampai gigi saya hilang sampai segala macam," tutur Subagio.


Subagio juga mengaku dipukul oleh Anwari saat berada di Polsek. Dia menyebut bibirnya pecah dan mulutnya bengkak.

"Nah, ketika itu saya dipukulin di depan polisi, di kantor Polsek. Dipukulin tiga kali, bibir saya pecah, mulut saya bengkak," imbuhnya.

Setelah itu, Subagio divisum untuk melengkapi laporannya ke polisi. Laporan yang dibuat adalah soal dugaan penganiayaan yang dilakukan Anwari.

"Nah terus akhirnya saya diminta bikin laporan. Laporan penganiayaan. Setelah itu saya visum, visum kan harus dianter dari surat kepolisian kan. Di acc itu visum. Nah singkat cerita berlanjut sampai akhirnya ditangkap dokter Anwari itu," tuturnya.


Anwari pun langsung ditahan kembali oleh polisi meski sebelumnya mendapat penangguhan penahanan dalam kasus penganiayaan juru parkir di Gandaria City. Sejauh ini sudah ada empat laporan terhadap Anwari yang dibuat di kantor polisi.

Atas hal tersebut, Subagio ingin Anwari mendapat hukuman yang setimpal. Dia juga berharap peristiwa penganiayaan yang dilakukan Anwari tak terulang kembali.

"Saya harap jangan sampai ini terulang lagi. Kasih hukuman yang setimpal, harapan kita mungkin jangan sampai terulang hal seperti ini," tutupnya. (knv/dhn)