Eks Dokter RSPAD Juga Dijerat UU Darurat

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 30 Okt 2017 19:20 WIB
Foto: Eks dokter RSPAD dr Anwari saat ditangkap terkait penganiayaan di Gandaria City (Kanavino/detikcom)
Foto: Eks dokter RSPAD dr Anwari saat ditangkap terkait penganiayaan di Gandaria City (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Polisi menerapkan UU Darurat No 12 tahun 1951 terhadap eks dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dr Anwari karena tak bisa menunjukkan izin kepemilikan senjata api. Anwari juga tak bisa menjelaskan asal mula senjata api yang digunakannya untuk menganiaya juru parkir di Gandaria City.

"Untuk senjata itu, untuk senjata angin itu beli bisa, sementara kalau yang senjata pistol itu jelas sudah tidak ada izinnya," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Senin (30/10/2017).

"Iya sama penganiayaan. Kalau memang itu terkait senjata apinya, kita kenakan UU Darurat," sambungnya.

Menurut Iwan, Anwari sebelumnya menyatakan senjata api yang digunakannya itu didapatkan dari rekannya. Namun setelah didalami, Anwari tak bisa memaparkan secara jelas sebab dia mengaku lupa.

"Nah itu kita mengejarnya kepada yang bersangkutan dulu, ya kan kita dalami. Saya tanya, 'dari siapa? Sebentar pak saya inget-inget dulu, yang pasti ini teman saya yang kasih'," tutur Iwan menirukan Anwari.

Saat ini, Anwari kembali mendekam di tahanan Polres Jaksel setelah sebelumnya mendapat penangguhan penahanan. Anwari ditangkap kembali karena ulahnya yang menganiaya orang lain di kawasan Pesanggrahan. Kali ini dia menggunakan senapan angin.

Seperti diketahui, empat laporan kasus penganiayaan terhadap Anwari dibuat di beberapa kantor polisi. Dua laporan ada di Polsek Pesanggrahan, satu di Polsek Kebayoran Lama dan satu lagi Polres Jakarta Selatan. (knv/idh)