Ketua DPRD ke Anies: Kalau Mau Kulonuwun Tak Perlu Paripurna

Ketua DPRD ke Anies: Kalau Mau Kulonuwun Tak Perlu Paripurna

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 23 Okt 2017 18:57 WIB
Foto: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (dokumen detikcom)
Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai surat edaran Kemendagri terkait pelaksanaan rapat paripurna istimewa gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno bersifat imbauan. Prasetio tetap merujuk kepada Tata Tertib (Tatib) DPRD DKI yang tidak mengatur pelaksanaan paripurna istimewa.

"Itu kan sifatnya imbauan saja. Kita kan ada tatibnya," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

Prasetio kembali menyarankan agar Anies dan Sandi untuk fokus bekerja. Prasetio juga mempertanyakan urgensi rapat paripurna istimewa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dulu zamannya Jokowi-Ahok dilantik di DPRD, sekarang kan dilantik di Istana. Ya kerja saja lah, urgensinya apa?" ujar Prasetio.

Saat disinggung bahwa paripurna istimewa tersebut sebagai ajang silaturahmi antara legislatif dan eksekutif, Prasetio menganggap hal itu tak perlu dilakukan dalam paripurna istimewa.

"Ya kalau kulonuwun ketemu saya saja, nggak perlu paripurna," lanjut Pras.

Prasetio menolak jika sikapnya tersebut dianggap sebagai penolakan terhadap Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Apalagi jika dituding untuk menghambat program kerja Anies-Sandi.

"Kalau niatan nggak baik masalah paripurna, KUA-PPAS saya kembalikan loh ke Pak Anies. Ini kan dinamika. Nggak mungkin saya nutup jalan, ini gubernur pilihan rakyat kok," tuturnya.

Prasetio menegaskan hubungannya dengan Anies-Sandi tak bermasalah. Ia mengaku memiliki kedekatan dengan keduanya dan keluarga.

"Saya sama Pak Anies deket lho, saya sama Pak Sandi ibunya itu deket lho, dia mengajarkan etika saya," jelas Pras.

Sementara, terkait kabar pelaksanaan Bamus yang dilontarkan Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik, Prasetio menegaskan tak ada pelaksanaan Bamus.

"Nggak ada bamus," katanya.

Namun, saat kembali ditanya mengenai apakah dipastikan paripurna istimewa tidak dilaksanakan, Prasetio hanya menjawab diplomatis.

"Jalan aja kayak air," tutur Prasetio.

(idh/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads