DetikNews
Minggu 22 Oktober 2017, 13:10 WIB

Hari Santri, Polisi di Tangerang akan Bagikan 1.000 Kitab Kuning

Mei Amelia R - detikNews
Hari Santri, Polisi di Tangerang akan Bagikan 1.000 Kitab Kuning Foto: Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif dalam suatu kegiatan sosial (istimewa)
Jakarta - Polresta Tangerang menyiapkan 1.000 kitab kuning dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Kitab kuning itu akan dibagikan kepada para santri di sejumlah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Hari santri merupakan apresiasi Pak Presiden terhadap kalangan pesantren. Di sisi lain, Pak Jokowi mendorong gerakan literasi atau gerakan membaca dan menulis. Mewakafkan kitab kuning untuk santri, Insya Allah pahalanya terus berjalan karena kitab yang diberikan digunakan untuk mencari ilmu," terang Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (22/10/2017).

Pembagian 1.000 kitab kuning itu akan dilaksanakan pada Senin (23/10) besok. Sabilul tidak menyebutkan pendistribusian kitab kuning itu ke mana saja, tetapi akan salurkan ke beberapa pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang.

Inisiatifnya mewakafkan kitab kuning itu karena ia sendiri melihat ada beberapa santri yang masih kesulitan membeli kitab kuning. Di samping itu, pemberian kitab kuning juga dapat meningkatkan budaya membaca.

"Untuk itu, di hari santri ini, sangat tepat bila kita menyisihkan sebagian rezeki untuk memberi kitab kuning kepada santri, agar santri bisa terus mengaji dan sejalan dengan visi Pak Jokowi yaitu gerakan literasi. Kita bisa mendorong, gerakan literasi berbasis santri bersama polisi," paparnya.

Adapun, kitab kuning yang akan dibagikan kepada para santri di Kabupaten Tangerang adalah Kitab Ta'lim Mutaalim karya Syeh Az-Zarnuji. Kitab Ta'lim adalah kitab yang berisi tata cara belajar termasuk cara menghormati guru.

Di hampir semua pesantren mempelajari kitab tersebut, sehingga ia berharap agar wakaf kitab kuning lebih bermanfaat. Selain itu, Sabilul juga memilih membagikan kitab kuning, karena kitab kuning sangat identik dengan santri.

"Kitab kuning adalah istilah yang digunakan untuk merujuk karya-karya monumental ulama. Kitab kuning sangat identik dengan santri. Setiap santri pasti pernah bersentuhan dengan kitab kuning, namun, tidak semua santri memiliki kesempatan membeli atau memiliki kitab kuning," lanjutnya.

Demi meneruskan eksistensi para pencari ilmu, maka polisi membantu santri agar bisa terus mengaji dengan mewakafkan kitab kuning. "Mencari ilmu adalah jihad. Dan membantu yang sedang berjihad semoga mendapat manfaat yang sama," ucapnya.

Sebagai wujud apresiasi dalam peringatan Hari Santri ini, Polresta Tangerang akan berbusana ala santri dalam kegiatan pelayanan, pada Senin (23/10) besok. Para polisi akan mengenakan peci atau songkok dan sarung.

Polresta Tangerang juga bekerja sama dengan Pemkab Tangerang dan Kemenag Kabupaten Tangerang akan menggelar apel akbar Hari Santri. Kegiatan apel akan diisi deklarasi anti radikalisme dan ikrar santri untuk NKRI.

"Semoga Hari Santri dapat diresapi tidak sekadar seremoni dan selebrasi. Tapi kita polisi mampu meneladi karakter santri yang mandiri, bersahaja, rendah hati, dan gigih dalam mengamalkan tugas," ungkap Sabilul.

Lebih jauh, Sabilul bicara mengenai santri. Menurutnya, santri memiliki karakteristik yang taat pada perintah kiai sebagai alim ulama.

"Santri adalah cendekiawan Islam yang tekun mengamalkan ajaran agama. Yang paling menonjol dari karakter santri adalah karakter "enggih, Kiai". Santri patuh pada perintah kiai karena kiai merupakan warosatul anbiya (pewaris para nabi). Ini adalah manifestasi dari surat An-Nisa ayat 59 yang pada intinya mematuhi Rasul dan ulil amri atau pemerintah," terangnya.
(mei/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed