DetikNews
Sabtu 21 Oktober 2017, 12:08 WIB

Anggota Komisi III Ingin Polisi Terdepan di Pemberantasan Korupsi

Meilika Asanti Wahyudi - detikNews
Anggota Komisi III Ingin Polisi Terdepan di Pemberantasan Korupsi Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil (Meilika Asanti Wahyudi/detikcom)
Jakarta - Anggota komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta kepolisian bisa memimpin pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, kepemimpinan Polri tetap diperlukan meski sudah ada KPK.

"Jadi kita waktu itu sebelum ini muncul sudah ada wacana soal Densus Tipikor ini. Walaupun nama densus itu belum baku. Tapi semangatnya bagaimana kepolisian bisa leading dalam pemberantasan korupsi," jelas Nasir Djamil dalam diskusi Perspektif Indonesia di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/10/2017) pagi.



Nasir mengatakan KPK terbentuk karena institusi penegak hukum dianggap tidak efektif dalam penindakan kasus korupsi. Komisi III menginginkan kejaksaan dan kepolisian juga dipercaya dalam pemberantasan korupsi.

"Tentu saja DPR lembaga yang punya kewenangan mengawasi, kita melihat bagaimana caranya supaya kepolisian dan kejaksaan itu juga bisa terangkat dalam konteks pemberantasan korupsi," kata politikus PKS ini.



Karena itu, DPR, terutama Komisi III, meminta kepolisian bisa ikut andil dalam pemberantasan korupsi melalui ide Densus Tipikor.

"Jadi kami meminta kepada kepolisian untuk itu. Karena kepolisian sudah tersebar di seluruh Indonesia sampai ke desa-desa. Apalagi mereka sudah punya aparat di KPK," ujar Nasir.

"Karena itu, Komisi III meminta kepolisian mampu dipercaya bisa menangani kasus korupsi," pungkasnya.
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed