DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 12:27 WIB

Kisah Nenek Wati Hidup Sebatang Kara di Pinggir Rel Kota Serang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kisah Nenek Wati Hidup Sebatang Kara di Pinggir Rel Kota Serang Foto: Nenek Wati (Bahtiar-detikcom)
Serang - Nenek Wati, mengaku umur 110 tahun, tinggal seorang diri lingkungan Sumur Pecung, Kota Serang. Nenek ini tinggal di gubuk samping rel tanah milik PT. KAI dan hidup berjualan permen di musala yang jika sore digunakan untuk taman kanak-kanak.

Nenek Wati mengaku sudah 40 tahun tinggal di pinggiran rel. Seingatnya, gubuk yang ia tinggali dibangunkan oleh karyawan dari PT. KAI. Gubuk itu sampai sekarang ia gunakan untuk tempat tinggal.

"Tos (sudah) 40 tahun, cuma ibu sendirian, dulu di sini kebon kelapa," katanya kepada wartawan, Kota Serang, Jumat (20/10/2017).

Kisah Nenek Wati Hidup Sebatang Kara di Pinggir Rel Kota SerangFoto: Nenek Wati (Bahtiar-detikcom)


Nenek Wati cerita, ia tidak memiliki suami atau anak. Ia sendiri mengaku berasal dari daerah Cikampek dan pindah ke Serang seorang diri tanpa ada saudara. Seingatnya, saudara yang masih hidup tinggal di daerah Cirebon, Jawa Barat. Suatu hari, saudaranya pernah menjenguk itu pun hanya sekali.

Dari berjualan permen dan makanan ringan, nenek Wati mengaku dapat menghidupi kebutuhan sehari-hari. Modal berjualan menurutnya diberikan oleh salah satu guru taman kanak-kanak sebesar Rp 100 ribu.

Tetangga setempat, Lasi (63) bercerita bahwa nenek Wati memang tinggal seorang diri berpuluh-puluh tahun. Seingatnya, pada tahun 1976, ia sudah melihat nenek tersebut tinggal di pinggiran rel di lingkungan Sumur Pecung, Kota Serang.

Sehari-hari, menurutnya nenek Wati kadang juga diberikan bantuan berupa makanan oleh tetangganya. Tetangga juga kadang menyarankan nenek tersebut untuk tidak berjualan.

"Pengennya dia jualan, nenek itu memang tinggal sendirian, nggak punya anak, keluarga nggak punya," katanya.

Menurutnya, warga sendiri meragukan jika umur nenek Wati sampai 110 tahun. Meskipun pendengarannya kurang, nenek Wati kemungkinan berumur sekitar 90 tahun lebih. Hal ini dikarenakan nenek Wati memang tidak memiliki KTP dan tanda-tanda pengenal lainnya.

"KTP juga ngak ada, paling umurnya 98 tahun," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Serang, Samsuri saat dikonfirmasi mengenai nenek Wati mengaku belum mendapatkan informasi. Namun menurutnya ada langkah-langkah yang akan diambil oleh Dinas Sosial jika kondisi nenek tersebut memprihatinkan.

"Belum ada laporan, kalau tahu ada langkah-langkah untuk bantuan lansia, asuransi lanjut usia," kata Samsuri.

Selain itu, jika nenek tersebut tinggal seorang diri, Dinas Sosial juga bisa menempatkan nenek Wati di panti jompo di daerah Cipocok milik Provinsi Banten.

"Langkah berikutnya, jika rumahnya miring akan direkomendasikan ditampung di panti," ucap Samsuri.


(bri/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed