DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 16:08 WIB

Eks Auditor BPK Didakwa Terima Rp 10,5 Miliar hingga Mini Cooper

Faiq Hidayat - detikNews
Eks Auditor BPK Didakwa Terima Rp 10,5 Miliar hingga Mini Cooper Ali Sadli (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Mantan auditor BPK Ali Sadli didakwa menerima gratifikasi sejumlah uang Rp 10,5 miliar, USD 80 ribu dan mobil Mini Cooper tipe S F57 Cabrio. Ali Sadli disebut menerima gratifikasi dari beberapa pihak.

"Menerima hadiah berupa uang dengan jumlah seluruhnya Rp 10,5 miliar, dan USD 80 ribu atau setidak-tidaknya sekitar jumlah itu serta barang berupa 1 unit mobil merk Mini Cooper," ujar jaksa KPK saat membacakan dakwaan Ali Sadli, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Jaksa mengatakan Ali Sadli menjabat Kepala Sub Auditorat III B 2 BPK yang memeriksa laporan keuangan di beberapa lembaga. Tugas Ali Sadli memeriksa keuangan Kemenpora, BNPB, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif.

"Terdakwa mempunyai wilayah kerja yaitu, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Desa PDTT, BP2TKI, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat," ujar jaksa.

Jaksa menyebut gratifikasi itu diterima Ali dalam kurun waktu tahun 2014 sampai dengan tahun 2017, Rinciannya sebagai berikut:

1. Pada bulan Mei 2015, Ali menerima uang Rp 50 juta, Rp 2 miliar, Rp 800 juta, dan Rp 1 miliar sehingga totalnya Rp 3.850.000.000 yang bersumber antara lain dari Apriyadi Malik sebesar Rp 1 miliar dan dari Antonius Hengki Nursalim sebesar Rp 1,500 miliar.

2. Pada bulan September tahun 2015, Ali menerima uang sebesar Rp 15 juta, Rp 20 juta, Rp 575 juta, Rp 69 juta dan Rp 200 juta sehingga jumlah keseluruhannya sebesar Rp 879.000.000.

3. Pada bulan April sampai dengan Mei 2016, Ali menerima uang sebesar Rp 5 juta, Rp 20 juta, Rp 130 juta, dan Rp 330 juta dengan jumlah keseluruhannya adalah sebesar Rp 494 juta.

4. Pada bulan Juni 2016 sampai dengan April 2017. Ali menerima uang sebesar Rp 15 juta, Rp 100 juta, Rp 35 juta, Rp 58.340.000, Rp 58.340.000, dan Rp 116.680.000, sehingga keseluruhannya berjumlah Rp 383.360.000.

5. Pada bulan Juni tahun 2016 sampai dengan Mei 2017, Ali menerima uang sebesar Rp 150 juta dan sebesar Rp 266.976.000 sehingga seluruhnya berjumlah Rp 416.976.000.

6. Pada bulan Juli sampai bulan Oktober tahun 2016, Ali menerima uang sebesar Rp 5 juta, Rp 100 juta, Rp 330 juta, dan Rp 46.500.000, sehingga jumlah keseluruhannya adalah sebesar Rp 481.500.000.

7. Pada bulan September tahun 2016, Ali menerima uang sebesar Rp 410 juta dan Rp 580 juta sehingga keseluruhannya berjumlah Rp 990 juta.

8. Pada tahun 2016, Ali melalui Choirul Anam menerima uang secara bertahap sebanyak 4 kali sehingga keseluruhannya berjumlah Rp 700 juta.

9. Pada bulan Februari 2017, Ali menerima uang sebesar Rp 200 juta dan Rp 40 juta sehingga keseluruhannya berjumlah sebesar Rp 240 juta.

10. Pada bulan April 2017, Ali menerima uang dari Ending Fuad Hamidy (Sekjen KONI) sebesar USD 80 ribu.

11. Pada bulan April 2017, Ali menerima uang sebesar Rp 25 juta, Rp 400 juta, Rp 450 juta, Rp 325 juta, Rp 75 juta dan Rp 25 juta, sehingga keseluruhannya berjumlah Rp 1,3 miliar.

12. Pada bulan April 2017, Ali menerima uang dengan rincian sebesar Rp 300 juta, Rp 100 juta, Rp 135 juta, Rp 10 juta, Rp 151 juta, dan Rp 4 juta, sehingga seluruhnya berjumlah Rp 700 juta.

13. Pada bulan Mei 2017, Ali menerima uang dengan rincian Rp 75 juta dan Rp 10 juta, sehingga jumlah keseluruhannya sebesar Rp 85 juta.

14. Pada bulan Februari 2017, Ali menerima barang berupa 1 unit mobil merk Mini Cooper Tipe S F57 Cabrio AT warna merah tahun pembuatan 2016 nomor rangka WMWWG 720663C10574, nomor mesin F503H297 dengan menggunakan nomor polisi sementara B 1430 SGO dari Tommy Adrian (pihak swasta).
(fai/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed