DetikNews
Selasa 17 Oktober 2017, 19:00 WIB

Top 5 News

Geger Jenglot di Pantai Surabaya, Penjelasan Anies Soal Pribumi

Niken Widya Yunita - detikNews
Geger Jenglot di Pantai Surabaya, Penjelasan Anies Soal Pribumi Foto: 20 Detik
Jakarta - Warga di Pantai Watu-watu di pesisir Bulak, Surabaya, digegerkan dengan penemuan jenglot. Benda seperti mayat kering berukuran mini itu berambut panjang hingga menyentuh kaki dengan panjang 40 cm.

Sementara, ucapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pribumi dalam pidato perdana setelah dilantik Senin (16/10/2017) ramai diperbincangkan. Anies mengatakan, konteks pidatonya tersebut pada era penjajahan.

Artikel tersebut termasuk dalam Top 5 News edisi Selasa (17/10/2017):

[Gambas:Video 20detik]


1. Geger Jenglot di Pantai Surabaya

Sebuah benda menyerupai jenglot ditemukan di Pantai Watu-watu di pesisir Bulak, Surabaya, Senin (16/10/2017). Benda seperti mayat kering berukuran mini itu berambut panjang hingga menyentuh kaki dengan panjang 40 cm.

Benda itu sengaja dibuang oleh seseorang di pantai yang penuh bebatuan. Mahkluk yang selalu dikaitkan dengan mistis dunia hitam itu ditemukan beserta kotak dan kain putih.

Jenglot itu dalam posisi kedua tangannya sedekap menyilang di dada. 5 Jemarinya mempunyai kuku panjang dan runcing. Jenglot itu kini sudah diamankan di Kantor Kecamatan Bulak.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini: Satpol yang Amankan Jenglot dari Pantai Surabaya 'Diteror'

2. Penjelasan Anies Soal Pribumi

Pidato perdana Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang mencantumkan kata-kata pribumi menjadi kontroversi. Anies menjelaskan konteks pidato yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial itu.

Hal yang menjadi heboh di media sosial adalah bagian pernyataan Anies yang berbunyi "Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami".

Terkait pidato tersebut, Anies pun meluruskan konteks dalam pernyataan tersebut. Menurut Anies konteks pidatonya pada era penjajahan.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini: Anies Jelaskan Pidato Soal Pribumi: Konteksnya Era Penjajahan

3. Buaya Raksasa Hebohkan Kebumen

Hujan yang mengguyur Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sejak Senin (16/10/2017) malam menyebabkan sungai-sungai di wilayah itu termasuk Sungai Lukulo, meluap. Akibat luapan sungai itu, seekor buaya ukuran besar muncul ke persawahan penduduk di pinggir sungai.

Warga sekitar heran karena sebelumnya belum pernah melihat buaya sebesar itu. Dari mana datangnya reptil tersebut?

Kemunculan buaya di daerah tersebut bukan yang pertama. Pada Juli 2017, ada penampakan beberapa buaya di Sungai Luk Ulo. Tak diketahui jumlah dan ukurannya.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini: Dari Mana Datangnya Buaya Raksasa yang Hebohkan Warga Kebumen?

4. Alexis Ditutup?

Hotel Alexis didatangi massa yang menuntut penutupan. Menanggapi kejadian itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan memenuhi janji menutup Hotel Alexis yang diungkapkannya saat kampanye.

Namun hingga kini, Polda Metro Jaya menyatakan belum menerima pemberitahuan terkait penutupan Hotel Alexis. Polisi siap mengawal kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Apakah Alexis jadi ditutup? Simak artikelnya di sini: Polda Metro Belum Terima Surat Penutupan Alexis

5. Blak-blakan Menhub

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi blak-blakan tentang transportasi online. Dia membantah tersingkirnya beberapa perusahaan taksi konvensional karena serbuan taksi online.

Menurutnya tutupnya beberapa perusahaan taksi disebabkan karena sistem manajemen yang kurang baik. Budi juga mengaku prihatin kepada para pengusaha taksi konvensional.

Ia juga membuka kesempatan untuk duduk bersama membahas permasalahan tersebut. Artikelnya bisa dibaca di sini: Perusahaan Taksi Berguguran, Ini Kata Menhub
(nwy/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed