DetikNews
Senin 16 Oktober 2017, 13:33 WIB

Massa Tolak Angkutan Online di Aceh karena Dinilai Merusak Tarif

Agus Setyadi - detikNews
Massa Tolak Angkutan Online di Aceh karena Dinilai Merusak Tarif Foto: Massa orasi di Banda Aceh (Agus-detikcom)
Banda Aceh - Ratusan abang becak dan sopir taksi menggelar aksi menolak transportasi online di Banda Aceh. Para peserta aksi hari ini kompak mogok dan memarkirkan kendaraan mereka di kantor Gubernur Aceh.

Pantauan detikcom, massa yang tergabung dalam Koalisi Transportasi Aceh (KTA) tiba di kantor gubernur Aceh di Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, Aceh sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (16/10/2017). Setelah memarkirkan kendaraan, mereka langsung berorasi secara bergantian.

Sekretaris KTA, Hasanuddin mengatakan kehadiran transportasi online di Aceh menimbulkan kontra di masyarakat terutama dengan operator, asosiasi dan perusahaan transportasi seperti ojek pangkalan, becak, taksi dan lainnya. Tarif yang mereka pakai juga dinilai tidak sesuai yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Kehadiran transportasi online menimbulkan keresahan dan konflik di kalangan pengusaha angkutan resmi dan pengemudi taksi konvensional," kata Hasanuddin kepada wartawan.

Selain itu, massa juga mengaku transportasi online seperti Gojek, Grab dan lainnya dapat menimbulkan persaingan tidak sehat. Pasalnya, transportasi online merusak tarif angkutan yang sudah ditentukan sebelumnya.

"Kami meminta kepada Gubernur Aceh untuk tidak memberikan izin bagi keberadaan transportasi berbasis online di Aceh seperti beberapa kota lainnya di Indonesia," ujarnya.

"Kami juga meminta bapak Gubernur agar menutup dan memberhentikan transportasi berbasis online yang sudah beroperasi di Aceh. Gubernur juga harus melarang seluruh aplikasi sejenis serta terlebih dahulu memperhatikan nasib pengusaha transportasi yang ada di Aceh agar dapat berkembang dan tumbuh," jelas Hasanuddin.

Massa juga sempat ingin bertemu dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Namun karena Irwandi sedang tidak ada di tempat, perwakilan massa diterima perwakilan Pemerintah Aceh. Massa kemudian menyerahkan isi tuntutan mereka untuk disampaikan ke Gubernur.

Setelah berada di dalam kantor gubernur beberapa menit, perwakilan massa kemudian turun. Tak lama kemudian, aksi berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dan massa membubarkan diri. Mereka keluar dari halaman kantor gubernur dengan tertib.


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed