DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 21:37 WIB

Aditya Moha Tegaskan Suap 'Selamatkan Ibu' Duit dari Kantongnya

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Aditya Moha Tegaskan  Suap Selamatkan Ibu Duit dari Kantongnya Aditya Moha (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Aditya Anugrah Moha menjelaskan asal duit suap untuk mengurus perkara ibunya dengan menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono. Duit itu berasal dari kantongnya sendiri.

"Ya, uang saya," kata Aditya setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Politikus Golkar ini juga mengaku menyesal atas perbuatannya. Namun dia tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan nama ibunya, Marlina Moha Siahaan, yang sudah divonis 5 tahun oleh Pengadilan Negeri Manado.

"Secara pribadi tentu saya harus menyatakan secara ini saya menyesal harus terjadi. Tetapi untuk memperjuangkan nama seorang ibu, saya pikir (ketika) Mas juga dalam posisi saya, kita akan bersepakat bersama untuk melakukan yang terbaik. Di mana lagi tempat untuk berbakti kalau tidak dari seorang ibu. Kita melakukan berupaya menolong seorang ibu," tuturnya.

Aditya juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya rakyat Sulawesi Utara. Jika ada kemungkinan hukuman ibunya diperberat, Aditya meminta agar diberi jalan terbaik.

"Ya, kita doakan. Saya memohon doa dan insan kawan-kawan pers (ini) bisa selesai sebaik-baiknya. Ini bisa memiliki hikmah yang besar. Dalam kasus ini semua (konsekuensi) harus dihadap," pungkasnya.

Marlina Moha Siahaan divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Manado terkait kasus korupsi APBD. Marlina adalah Bupati Bolaang Mongondow dua periode berturut-turut, yakni pada 2006-2011 dan 2011-2016.

Suap yang diberikan Aditya ke Sudiwardono dalam rangka menyelamatkan Marlina dengan dua tujuan. Pertama agar tidak dilakukan penahanan terhadap Marlina Moha dan untuk mempengaruhi putusan banding.

Dari operasi tangkap tangan pada Jumat (6/10), KPK mengamankan SGD 64 ribu. Namun diduga total commitment fee sebesar SGD 100 ribu dalam kasus ini. OTT dimulai saat penyerahan uang suap terjadi di sebuah hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, dari Aditya kepada Sudiwardono.
(nif/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed