DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 05:30 WIB

Bocah 7 Tahun Diperkosa, Komnas Perempuan: Tindak Tegas Pelaku!

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Bocah 7 Tahun Diperkosa, Komnas Perempuan: Tindak Tegas Pelaku! Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom
Jakarta - YK (28) ditangkap polisi akibat memperkosa bocah berusia 7 tahun di Jayapura, Papua. Komnas Perempuan meminta pelaku ditindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku.

"Pertama ini harus ditindak tegas karena pelakunya pedofil dan melakukan kekerasan berulang. Artinya kalau tidak tindakan tegas akan ada anak-anak lain menjadi korban," kata Komisioner Komnas Perempuan, Indriyati Suparno, saat dihubungi detikcom, Rabu (11/10/2017) malam.
bocah diperkosa

Indriyati merekomendasikan agar penegak hukum menyidik serta mempelajari kasus ini secara fair. Sehingga pelaku mendapatkan sanksi hukum yang setimpal dengan perbuatannya sesuai undang-undang perlindungan anak.

"Undang-undang perlindungan anak bisa menjadi pertimbangan khusus dari aparat penegak hukum untuk menetapkan sanksi pidana. Termasuk kita rekomendasi rehabilitasi untuk pelaku ya. Kalau harus dihukum juga iya seumur hidup sesuai tindak pidananya saja," ucapnya.


Indriyati mengatakan selain hukuman pidana, pelaku juga wajib menjalani rehabilitasi agar kejiwaan serta psikisnya dapat disembuhkan. Selain itu, psikis dan kejiwaan korban juga harus diperhatikan.

"Kedua selain faktor pelaku yang harus diperhatikan adalah korban. Selama ini korban kalau ini kekerasan seksual, traumanya cukup berat. Di usianya yang kecil akan berdampak saat dewasa, pemulihannya harus diperhatikan dan komprehensif. Orang terdekat harus melindungi korban dan mendapatkan layanan terdekat, tercepat sesuai kebutuhan korban," jelasnya.


Indriyati menambahkan korban juga harus mendapatkan layanan medis. Konseling trauma korban juga harus dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya kembali.

"Korban harus mendapakan layanan pemeriksaan yang memadai dan lengkap. Ada gangguan reproduksi atau nggak. Jadi layanan medis harus mengarah ke sana. Tetap dengan prinsip penghormatan terhadap korban, dan tidak diekpose, dan dapat layanan medis sesuai dengan resiko. Ada gangguan reproduksi apa nggak, yang penting konseling trauma harus dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya," tutur Indriyati.

Selama ini korban perkosaan kerap diiming-imingi makanan, es krim, maupun mainan dari para pelakunya. Indriyati meminta agar orang tua membiasakan anak untuk tidak menerima barang apapun dari orang asing. Ia juga meminta orang tua memberikan pengertian pada anaknya agar hanya meminta sesuatu kepada orang tuanya.

"Itu modus, sebetulnya ada satu protokol yang namanya kewajiban orang itu ketika ketemu dengan anak kecil. Tidak melakukan upaya membujuk memberi permen atau membiarkan seorang anak berdua sama orang dewasa yang tidak dekat. Mestinya orang tua protect tidak membiarkan anak di bawah umur pergi. Dampak buruk membiasakan anak mendapat bujuk rayu, itu resiko dia berhadapan dengan orang asing. Biasakan anak meminta kepada orang tuanya," ujar Indriyati.

Kejahatan pemerkosaan ketiga yang dilakukan YK terjadi pada Sabtu (7/10) pekan lalu kepada APR di BTN Tanah Hitam, Jayapura. YK melakukan kejahatannya hingga korban pingsan dan kejadiannya viral di media sosial.
(cim/ams)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed