DetikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 10:41 WIB

Buwas Bangga Sita 3,4 Ton Sabu, Ternyata yang Masuk RI 250 Ton

Tsarina Maharani - detikNews
Buwas Bangga Sita 3,4 Ton Sabu, Ternyata yang Masuk RI 250 Ton Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Komjen Budi Waseso (Buwas) mengaku sempat berbangga ketika Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dipimpinnya berhasil menyita 3,4 ton sabu. Namun ternyata angka itu masih jauh dari jumlah sabu yang berhasil diselundupkan ke Indonesia.

"Sempat dulu 9 November, saya bersama Presiden RI berhasil nyita 3,4 ton sabu," kata Buwas dalam Seminar Nasional 'Pembangunan Alternatif untuk Aceh Bersih Narkoba' di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Buwas mengaku awalnya bangga akan sitaan tersebut. Angka itu merupakan total sitaan sabu BNN pada 2016.

"Sudah bangga tadinya, ternyata pas ditelusuri ke negara yang memproduksi, jumlah yang masuk ke Indonesia sekitar 250 ton. Tadinya saya nggak percaya, tapi ternyata memang demikian. Jadi masih banyak yang belum terpantau," kata Buwas.

Menurut Buwas, angka penyelundupan narkoba yang fantastis itu disebabkan pengawasan yang kurang ketat. Buwas pun membandingkan pengawasan itu dengan di negara lain.

"Pengawasan di Indonesia masih kurang ketat. Kita belum terlalu serius. Contoh waktu saya ke Amsterdam, itu mau keluar-masuk bandara aja ribet sekali. Saya bawa obat sakit kepala aja bolak-balik dicek. Di Indonesia? Dengan mudahnya 1,2 juta pil ekstasi bisa masuk. Ini apa namanya kalau tidak ada kesengajaan?" ucap Buwas.

Buwas juga menyebut Indonesia seperti laboratorium percobaan narkoba jenis baru karena laku. Buwas ingin penyalahgunaan narkoba seperti itu diberantas hingga tuntas.

"Indonesia ini menjadi laboratorium percobaan buat narkoba-narkoba jenis baru. Karena di sini apa aja laku. Kita ini seperti lapangan uji coba. Apa aja di sini masuk. Jenis narkoba selalu masuk tiap tahunnya," kata Buwas.
(dhn/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed