Usai Dilantik di Istana, Anies-Sandi Langsung ke Balai Kota

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 10 Okt 2017 19:54 WIB
Anies-Sandi saat menggelar silaturahmi akbar bersama pendukungnya. (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Senin (16/10) nanti. Rencananya, pelantikan akan dilakukan pada sore hari di Istana Kepresidenan.

"Rencananya adalah insyaallah 16 Oktober pukul 16.00 WIB. Jadi diharapkan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur agar tiba pukul 15.00 di Istana Kepresidenan," kata Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI Jakarta Muhammad Mawardi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (10/10/2017).


Rencana ini didapatkan Mawardi seusai rapat bersama di kantor Sekretariat Kepresidenan. Setelah pelantikan, Anies-Sandi dijadwalkan ke Balai Kota. Penyambutan dalam suasana sederhana akan dilakukan di sana.

"Tarian selamat datang dan palang pintu. Sekitar 5 atau 6 menit," tuturnya.

Setelah itu Anies-Sandi akan meninjau ruang kerjanya. Sementara itu, agenda mengunjungi ruang kerja satuan kerja perangkat daerah Pemprov DKI yang sebelumnya diagendakan batal dilaksanakan.


"Kemungkinan nggak," tuturnya.

Jika waktu memungkinkan, Mawardi mengungkapkan, Anies-Sandi juga akan menemui warga di Balai Kota. Agenda menemui warga ini merupakan permintaan khusus dari relawan Anies-Sandi.

"Kita siapkan nanti panggung. Usai serah-terima mungkin. Kita akan sesuaikan waktunya. Diusahakan hari itu juga mudah-mudahan warga setia menanti," ujarnya.


Mawardi mengungkapkan, anggaran penyambutan Anies-Sandi ini akan menggunakan anggaran dari masing-masing SKPD Pemprov DKI. Sementara terkait rapat paripurna bersama DPRD, Mawardi mengaku belum dijadwalkan. Ia mengatakan Sekretaris Dewan DPRD DKI M Yuliardi akan mengkomunikasikan hal tersebut dengan pimpinan DPRD.

"(Rapat paripurna) dengan DPRD, Pak Sekwan akan komunikasikan dulu dengan pimpinan DPRD," katanya.


Terkait mobil dinas yang akan digunakan Anies-Sandi, Mawardi mengatakan pihaknya telah meminta Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) menyiapkan kendaraan dinas baru. Menurut Mawardi, mobil dinas yang saat ini digunakan oleh Djarot sudah cukup lama digunakan.

"Pakai mobil yang selama ini ada. Lexus dan Land Cruiser. Tapi kita sedang meminta kepada BPAD untuk menyiapkan yang baru. Karena sudah lama kan yang ini. Tapi saya lupa tahunnya," ujarnya. (jbr/jbr)