DetikNews
Rabu 04 Oktober 2017, 12:35 WIB

Di Jakpus, Poligami Bukan Faktor Utama Perceraian

Andi Saputra - detikNews
Di Jakpus, Poligami Bukan Faktor Utama Perceraian Ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Poligami kerap menjadi polemik karena diyakini menjadi salah satu penyebab perceraian. Tapi di Jakarta Pusat (Jakpus), poligami bukan menjadi faktor utama keretakan rumah tangga. Lalu apa penyebab tertinggi perceraian di pusat Jakarta?

Berdasarkan data yang dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Rabu (4/10/2017), sebanyak 700 pasangan suami istri di Jakpus melakukan perceraian sepanjang Januari 2017-Juli 2017. Dari jumlah itu, faktor terbanyak penyebab perceraian yaitu ketidakharmonisan. Sebanyak 202 pasangan memilih mengakhiri bahtera rumah tangga atas alasan tersebut.

Di tempat kedua yaitu hadirnya pihak ketiga yang merusak mahligai perkawinan. Sebanyak 130 pasangan memilih berpisah karena salah satu pasangan selingkuh sehingga rumah tangga pun harus bubar.

Lalu bagaimana dengan poligami? Ternyata hanya 14 perceraian yang didasari konflik poligami tidak sehat. Bahkan pada bulan April, Mei dan Juni 2017, tidak ada perceraian yang didasari poligami tidak sehat.

Dari data statistisk tersebut, terungkap bila perceraian karena faktor ekonomi di atas poligami. Bila karena faktor poligami sebanyak 14 kasus perceraian, maka perceraian karena faktor ekonomi sebanyak 57 kasus.

Data alasan perceraian di Jakpus bertolak belakang dengan data perceraian di Kota Bekasi. Sepanjang Januari-September 2017, sebanyak 121 pasangan bercerai karena poligami, dari 2.231 perceraian yang terjadi. Peringkat tertinggi perceraian karena perselingkuhan yaitu sebanyak 1.862 kasus. Dari data itu, poligami menduduki ranking kedua alasan perceraian.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +