Analisis Ahli soal Peningkatan Aktivitas 3 Gunung di Ring of Fire

Analisis Ahli soal Peningkatan Aktivitas 3 Gunung di Ring of Fire

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 28 Sep 2017 10:03 WIB
Gunung Sinabung mengalami erupsi pada September 2017 (Foto: dok. petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung)
Jakarta - Tiga gunung berapi menunjukkan peningkatan aktivitas. Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Sinabung di Sumatera, Gunung Agung di Bali, dan Gunung Manaro Voui di Vanuatu.

Ahli vulkanologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika mengatakan ketiga gunung tersebut ada dalam satu cincin api (ring of fire). "Ya, ya, masuk (satu ring of fire)," kata Gede Suantika kepada detikcom, Rabu (27/9/2017) malam.

Meski demikian, antara Gunung Sinabung dan Gunung Agung memiliki jenis yang berbeda dengan Gunung Manaro Voui di Hawaii. Selain itu, ketiga gunung tersebut berasal dari lempeng (plate) yang berbeda.

"Gunung itu dibentuk oleh penunjangan lempeng masing-masing. Kalau di Vanuatu, mungkin ada Lempeng Pasifik. Kalau di Indonesia, lempeng-lempeng yang bertemu itu ada tiga lempeng dunia besar, yaitu Indo-Australia, Eurasia di sebelah utara, dan Pasifik di sebelah utara," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gede menambahkan, Sinabung dan Agung ada dalam satu lempeng. Sinabung di Lempeng Indo-Australia di utara dan Agung di Lempeng Indo-Australia bagian selatan.

Apakah erupsi yang terjadi pada Sinabung akan memicu Gunung Agung ikut meletus?


Gunung berapi Monaro Vuoi di VanuatuGunung berapi Monaro Vuoi di Vanuatu (Foto: dok. Reuters)

"Oh, kalau aktif itu tidak saling mempengaruhi," tutur Gede.

Gede mengatakan kedua gunung ini bertipe gunung andesitis. Ciri gunung tipe ini akan menyemburkan material saat erupsi.

Hal berbeda akan terjadi pada Gunung Manaro Voui ketika erupsi. Gunung ini hanya akan melelerkan laharnya.


Gunung Agung di BaliGunung Agung di Bali (Ulet Ifansasti/Getty Images)

"Jadi tipe-tipe gunung api ini karena penumbukan lempeng akan mengakibatkan gunung api itu andesitis. Kemudian ini punya ciri erupsi bersifat eksplosif. Akan menyembur," ucap dia.

"Jadi beda dengan di Hawaii itu yang dilahirkan lewat proses rekahan. Jadi ada lempeng bumi yang merekah kemudian keluar magmanya (basaltis). Dia tipe erupsinya leler lava, tak pernah eksplosif," sambung Gede. (jbr/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads