DetikNews
Minggu 24 September 2017, 18:16 WIB

Pembelian 500 Senjata BIN Dianggap Penyelundupan, ini Penyebabnya

Denita Matondang - detikNews
Pembelian 500 Senjata BIN Dianggap Penyelundupan, ini Penyebabnya Wiranto/Foto: Dewi Irmasari/detikcom
Jakarta - Menkopolhukam Wiranto buka-bukaan mengenai isu penyelundupan 5.000 senjata. Tak ada penyelundupan, yang ada adalah pembelian 500 senjata oleh BIN. Lalu mengapa sampai ada anggapan penyelundupan?

"Karena 500 senjata tersebut bukan standar TNI," kata Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (24/9/2017).



Sebanyak 500 senjata itu dibeli dari PT Pindad. Jumlah senjata sebanyak itu diperuntukkan untuk sekolah intelijen.

"Karena bukan standar TNI, maka BIN tidak perlu meminta izin ke Mabes TNI. Cukup ke Mabes Polri. Dan itu sudah dilakukan," kata Wiranto.

Isu mengenai penyelundupan senjata ini bermula dari pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara internal. Pernyataan Gatot bukan untuk dipublikasikan secara luas. Dalam pernyataanya itu, Gatot mengatakan ada institusi di luar TNI dan Polri yang hendak membeli 5.000 senjata.

Namun ada akun Twitter yang mengunggah pernyataan Panglima TNI tersebut. Isu itu pun ramai dibicarakan di media sosial.
(fjp/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed