DetikNews
Minggu 24 September 2017, 14:16 WIB

TNI AU Bantah Sanggah Panglima Soal Kabar Penyelundupan 5.000 Senjata

Elza Astari Retaduari - detikNews
TNI AU Bantah Sanggah Panglima Soal Kabar Penyelundupan 5.000 Senjata Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya/Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Baru-baru ini beredar informasi mengenai ada suatu lembaga yang menyelundupkan 5.000 senjata. Admin Twitter TNI AU ikut berkomentar mengenai kabar ini dan kemudian menimbulkan berbagai reaksi dari netizen. TNI AU pun menjelaskan duduk perkaranya.

Persoalan bermula saat admin Twitter resmi TNI AU membalas kicauan dari seorang netizen mengenai isu penyelundupan 5.000 senjata.

"5 ribu pucuk itu banyak lho, gimana cara ngumpetinnya. Dan apakah pernyataan Panglima itu memang benar? karena dari @puspen_tni belum ada keterangan," demikian cuitan admin @_TNIAU pada Sabtu (23/9/2017) kemarin.

Cuitan ini kemudian menimbulkan beragam reaksi, kebanyakan di antaranya mengecam cuitan ini. Admin TNI AU dianggap tidak mengakui pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya pun memberikan klarifikasi. Dia menjelaskan duduk perkaranya, yang intinya TNI AU tidak membantah apa yang disampaikan Jenderal Gatot. Berikut penjelasan Jemi:

1. Saya selaku penanggung jawab Twitter TNI AU, perlu menjelaskan kepada seluruh masyarakat, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas "mention di twitter TNI AU sehingga menimbulkan berbagai pendapat tentang TNI AU.

2. Pernyataan admin yang berkaitan dengan pernyataan Panglima TNI tentang penyelundupan 5000 senjata tidak ada keterkaitan dgn substansi pernyataan dari beliau, tetapi ingin mengajak masyarakat tidak mudah melemparkan berita yang belum ada data-datanya atau bohong (HOAX) baik kepada atau untuk mengatasnamakan perorangan maupun kelompok selama data-data atau faktanya belum ada.

3. Sehubungan dengan beredarnya dugaan rekaman pernyataan Panglima TNI oleh radio Elshinta, admin TNI AU tidak menyanggah kebenaran isi pernyataan dari Panglima TNI selama itu memang benar pernyataannya dan mendapat ijin dari beliau atau Puspen TNI, karena Organisasi TNI jalur komandonya jelas & tegas adalah tegak lurus, sehingga masyarakat jangan menginterpretasikan ke arah lain dari pernyataan airmin di Twitter.

4. Sekali lagi admin TNI/Polri, kementerian & lembaga saling bekerjasama memberikan informasi terkait apa saja untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

5. Sehubungan dengan twitter TNI AU dalam mentionnya, seolah-olah menyanggah pernyataan Panglima TNI waktu silaturahmi dengan para purnawirawan TNI, saya katakan bahwa pernyataan Airmin/admin TNI AU menyanggah pernyataan Panglima TNI, itu tidak benar.

6. Yang benar adalah Airmin/Admin TNI AU bersama dengan Admin yang lainnya, ingin mengajak masyarakat untuk jangan mudah percaya terhadap berita yang belum dikeluarkan secara resmi oleh pihak-pihak yang berwenang di dalam istitusinya.

7. Apabila pernyataan yang disampaikan Panglima TNI seijinnya & dari puspen TNI, maka admin twitter TNI AU tidak akan memberikan pernyataan seperti yang ada di Twitter, tetapi akan mendukung pernyataan Panglima TNI tersebut.

8. Demikian, penjelasan terkait twitter TNI AU, TNI solid, tidak akan terpecah belah demi menjaga Negara Kesatuan RI yang kita cintai.

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, benarkah Jenderal Gatot menyampaikan informasi mengenai institusi tertentu menyelundupkan 5.000 senjata? Jawabannya adalah benar. Hal itu disampaikan Gatot pada Jumat (23/9) lalu di hadapan para purnawirawan dan sejumlah tokoh. Namun apa yang disampaikan Gatot tersebut hanya untuk kalangan internal.

Meski hanya untuk konsumsi internal, beberapa saat kemudian apa yang disampaikan Gatot tersebut ramai dibicarakan di media sosial lantaran ada akun yang mengunggah inti dari pernyataan Gatot. Kemudian beredar juga rekaman audito pernyataan Gatot tersebut.
(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed