DetikNews
Jumat 22 September 2017, 07:02 WIB

Laporan Dari New York

Kunjungi Museum 9/11, JK: Konflik Kemanusiaan yang Jadi Teror

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kunjungi Museum 9/11, JK: Konflik Kemanusiaan yang Jadi Teror Wapres JK di New York (Foto: Muhammad Taufiqurrahman/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi ground zero tempat terjadinya serangan 9/11. Menurutnya, ground zero ini merupakan bagian sejarah kemanusiaan.

Setelah serangan 9/11 di menara World Trade Center (WTC), Amerika Serikat (AS) yang menewaskan sekitar 3.000 orang tahun 2001 lalu, pemerintah AS membuat monumen untuk mengenang peristiwa tersebut. Bekas berdirinya gedung WTC itu ramai dikunjungi warga dan wisatawan untuk melihat lebih dekat sejarah kelam aksi terorisme itu.

Wapres JK datang bersama Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi di wilayah Manhattan itu dan sempat mengelilingi ground zero sebelum akhirnya menuju ke Freedom Tower dan naik hingga hingga ke lantai 102, puncak lantai menara itu.


Di puncak lantai itu, JK menyempatkan melihat kota New York dari atas dan menyaksikan film dokumenter soal penyerangan WTC.

"Ini bagian dari sejarah, bagaimana terjadinya konflik kemanusiaan yang kemudian menjadi teror, dan dengan hal yang tidak terduga. Mengalahkan segala macam perkiraan," kata JK setelah mengelilingi Freedom Tower, New York, Kamis (21/9/2017).

"Jadi Kenapa ini penting untuk dilihat dan diketahui. Supaya hal-hal yang besar kadang-kadang sesuatu yang tidak diperkirakan terjadi, tidak kelihatan," sambungnya.

Kunjungi Museum 9/11, JK: Konflik Kemanusiaan yang Jadi TerorFoto: Muhammad Taufiqurrahman/detikcom
JK Kembali menyebut serangan 9/11 adalah sebuah serangan yang tidak dapat diperkirakan. Jumlah korban akibat serangan ini juga telah mencapai ribuan. Belajar dari kejadian ini, JK mengatakan Indonesia harus selalu siap dalam mencegah dan mengatasi aksi terorisme.

"Kalau di Indonesia kita memang selalu siap," ujarnya.


Dia menambahkan, berdirinya museum peringatan 9/11 oleh pemerintah AS ini juga bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang sejarah dan untuk lebih berhati-hati.

" Agar lebih berhati-hatilah, lebih memberikan perkiraan-perkiraan orang yang tidak perkirakan," ucapnya.
(fiq/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed