DetikNews
Rabu 20 September 2017, 13:49 WIB

BPOM Serang Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Rp 11,86 Miliar

Bahtiar Rifa'i - detikNews
BPOM Serang Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Rp 11,86 Miliar BPOM Serang memusnahkan obat dan makanan ilegal (Bahtiar Rivai/detikcom)
Serang - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Serang memusnahkan 3.129 item produk obat dan makanan ilegal senilai total Rp. 11,86 milir. Seluruh produk ini merupakan hasil pengawasan dan penyidikan mulai dari pertengahan 2016 sampai Juni 2017.

Rincian dari ribuan item tersebut terdiri dari 2.533 item obat, obat tradisional, kosmetik tanpa izin edar dengan nilai ekonomi Rp. 500 juta, 607 item obat-obatan tertentu, dan pangan ilegal dengan total nilai Rp. 11,36 miliar.

Seluruh barang bukti ini kemudian akan dihancurkan melalui alat incenerator di Tangerang. Empat kontainer diberangkatkan untuk mengangkut barang-barang ilegal tersebut.

Deputi 1 Bidang Pengawasan Produk Terapeutik, dan Napza BPOM RI Nurma Hidayat mengatakan, barang-barang ilegal ini adalah hasil temuan mulai dari kios, toko ilegal, dan produksi ilegal seluruh Banten. Jenis produk ilegal terbanyak adalah kosmetik.

"Tolong dalam kesempatan ini, masyarakat untuk mawas diri, jika ada indikasi kecurigaan tolong dilaporkan ke BPOM," kata Nurma kepada wartawan di Kota Serang, Banten, Rabu (20/9/2017).

Dengan adanya temuan terus-menerus ini juga, BPOM menurut Nurma sudah mencanangkan aksi nasional pemberantasan penyalahgunaan obat. Tim lintas sektoral menurutnya akan dibentuk untuk mengawasi obat dan makanan ilegal mulai dari Kejaksaan, Kepolisian, BNN, Kementerian Kesehatan, dan setiap pemerintah daerah.

"Ini adalah gerakan semua pihak. Penyalahgunaan obat-obatan ini, khususnya obat yang sudah dicabut izin edarnya," tegasnya.

Di samping itu, selain pemusnahan, BPOM juga mengenakan sangksi administratif dan pidana kepada pemilik barang dengan ancaman pidana sesuai dengan UU No18 tahun 2012 tentang Pangan dan UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Sementara itu, Kepala Balai POM di Serang Nurjaya Bangsawan mengatakan, peredaran kosmetik, makanan dan obat-obatan ilegal di Banten termasuk masih rawan. Dari banyaknya jumlah temuan sepanjang tahun ini, BPOM sendiri menurutnya akan terus melakukan penyelidikan dan pemberantasan.

"Kalau kita lihat temua ini, kita berharap kemudian turun. Karena selain tindakan tegas sangsi administratif, kita juga melakukan sanksi pidana," ujar Nurjaya.
(bri/fay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed