DetikNews
Kamis 14 September 2017, 09:32 WIB

MK Indonesia Wakili Asia Duduk di Forum MK Sedunia

Andi Saputra - detikNews
MK Indonesia Wakili Asia Duduk di Forum MK Sedunia Arief Hidayat dan Maria Farida Indarti di World Conference of Constitutional Justice (WCCJ)
Lithuania - Mahkamah Konstitusi (MK) Indonesia terpilih mewakili Asia untuk duduk di forum MK sedunia atau yang dikenal World Conference of Constitutional Justice (WCCJ). Dalam forum itu, MK Indonesia mempertanyakan serta menyayangkan pihak-pihak yang tidak mengundang dan mengizinkan MK Rusia mengikuti konferensi MK sedunia itu.

Konferensi MK sedunia dengan nama 4th Congress of World Conference of Constitutional Justice (WCCJ) digelar di Vilnius, Lithuania, 11-14 September 2017. Ikut dalam konferensi itu MK 111 negara.

"Kami menyatakan ungkapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, terutama dukungan yang bulat dari negara-negara anggota yang berasal dari Benua Asia," kata Ketua MK Indonesia Arief Hidayat dalam pesan WhatsApp yang diterima detikcom, Kamis (14/9/2017).

MK Indonesia terpilih secara aklamasi tanpa ada keberatan dari 111 anggota WCCJ. Duduk bersama Indonesia di Biro WCCJ ada MK Italia sebagai wakil Benua Eropa, MK Republik Dominika sebagai wakil Benua Amerika, MK Djibouti sebagai wakil Benua Afrika, serta para Ketua Asosiasi Mahkamah Konstitusi, baik yang berdasarkan kawasan/regional maupun berdasarkan kesamaan bahasa.

"Dengan duduknya Indonesia di Biro WCCJ, diharapkan dapat semakin memberi peran penting dalam rangka membangun penegakan hukum, demokrasi, serta hak asasi manusia di tingkat internasional," ujar Arief.

Selain terpilih sebagai anggota Biro WCCJ periode 2017-2020, beberapa usulan MK Indonesia diterima untuk dijadikan keputusan bersama oleh 111 anggota negara WCCJ. Biro WCCJ juga menyepakati usulan dan dukungan MK Indonesia terhadap Dewan Konstitusi Aljazair untuk menjadi host country penyelenggaraan 5th Congress of WCCJ 2020.

"Terkait dengan tidak diundangnya delegasi MK Rusia pada penyelenggaraan kongres tahun ini, MK RI pun menyampaikan reaksi keras secara tertulis," ujar Arief

MK Indonesia menyatakan secara eksplisit bahwa hal tersebut tidak boleh terjadi kembali di kemudian hari. Reaksi keras MK RI mendapat tanggapan positif serta dukungan dari Biro WCCJ serta Venice Commision, yang menyatakan hal yang sama.

"Tidak diundangnya MK Rusia adalah sebuah pelanggaran terhadap statuta WCCJ, yakni host country harus menjamin seluruh anggota dapat hadir dalam penyelenggaraan kongres," cetus Arief.

Lebih lanjut, terkait Vilnius Communique, yang merupakan komunike bersama sebagai hasil kongres, MK Indonesia mengusulkan kalimat penting untuk dimasukkan dalam komunike tersebut, yaitu 'The World Conference deplores any unconstitutional attempt to abolish the rule of law in any country'. Kalimat tersebut merupakan pernyataan tegas MK Indonesia atas isu yang berkembang akhir-akhir ini.

"MK RI memandang Mahkamah Konstitusi di belahan dunia lain sering mengalami tekanan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh tegaknya hukum di suatu negara. Usulan tersebut mendapat respons positif dari seluruh anggota dan disepakati untuk dimasukkan dalam Vilnius Communique," cetus Arief.

Pertemuan ini diisi berbagai tukar pikiran dari berbagai MK di belahan dunia yang hadir. Dari Indonesia, hakim konstitusi Maria Farida Indrati akan menjadi pemapar konklusi dari sesi yang mengambil tema 'The Law and The Individual'.
(asp/imk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed