DetikNews
Kamis 14 September 2017, 01:30 WIB

Namanya Dicatut di Kasus Penipuan Via WhatsApp, Imam Lapor Polisi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Namanya Dicatut di Kasus Penipuan Via WhatsApp, Imam Lapor Polisi Korban penipuan via WhatsApp (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Imam Bahauddin (45) menjadi korban penipuan lewat WhatsApp. Namanya dicatut oleh pelaku untuk meminta sejumlah uang kepada kerabat dekat.

Pelaku penipuan itu dengan sengaja mencari foto Imam di media sosial kemudian memasangnya di foto profil WhatsApp dengan nomor yang telah disiapkan. Pelaku lalu mengontak beberapa teman Imam dengan akun WhatsApp palsu tersebut.

"Foto saya diambil sama pelaku, kemudian dijadikan profil WhatsApp dengan nomor handphone pelaku. Kemudian nomor ini menghubungi orang-orang yang ada di Facebook yang kira-kira kenal saya," kata Imam saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Salah seorang yang dikontak oleh pelaku adalah Aji, teman adik Imam. Awalnya pelaku memulai percakapan dengan obrolan biasa. Tak ada rasa curiga, Aji pun membalas chat dari pelaku tersebut.

"Iya, ke Mas Aji. Kemudian diarahkan dulu pembicaraannya, pembicaraan yang biasa. Karena Mas Aji itu jualan mobil, saya pesan mobil ke dia. Iya, ke Mas Aji," tutur Imam.

Namun, di sela-sela percakapan, pelaku yang mengatasnamakan Imam itu malah meminta Aji mengirim uang. Dia berdalih bahwa sopirnya sedang sakit dan perlu mendapat perawatan. Dia pun mengaku telah kehabisan uang.

"Kemudian, di sela-sela itu di telepon, minta tolong. Sopir saya, istri saya sakit, sementara saya sudah limit transfer. Dimintalah Mas Aji untuk transfer," terang Imam.

Aji lalu mentransfer uang dua kali, yaitu sebesar Rp 2,5 juta dan Rp 1 juta. Aji tak sedikit pun menaruh curiga kepada pelaku karena foto profil di WhatsApp memang benar-benar foto Imam bersama keluarga.

"Ketika lewat telepon menurut Mas Aji suaranya mirip sama saya. Jadi saya curiga dihipnotis juga. Karena kalau suara kan bisa mengarahkan. Diarahkanlah untuk transfer, sehingga transferlah beliau. Transfer dua kali, Rp 2,5 juta sama Rp 1 juta," imbuhnya.

Peristiwa itu terjadi pada 2 September 2017. Dua hari berselang, adik Imam memberi tahu ternyata Aji telah ditipu oleh orang yang berpura-pura sebagai Imam.

"Tanggal 2 September, baru. Kemudian tanggal 3 atau 4, adik saya nanya. Mas imam WhatsApp-an sama Aji. 'Ngga'. 'Itu berarti Aji ketipu'. Kenapa? Itu ada yang WhatsApp sama Mas Imam kemudian minta transfer. Ditransferlah," ujar Imam.

Imam kemudian melapor ke Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan tersebut. Laporannya diterima oleh polisi dengan nomor LP/4216/IX/2017/PMJ tentang penipuan.
(knv/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed