Banjir Pujian Anggota DPR ke Menlu soal Penyelesaian Krisis Rohingya

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 11 Sep 2017 16:34 WIB
Menlu Retno Marsudi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mendapatkan apresiasi dari Komisi I DPR soal upaya diplomasi membantu menyelesaikan krisis Rohingya. Apresiasi tersebut dilontarkan setelah Retno melakukan diplomasi dengan Myanmar dan negara tetangga lainnya.

Saat rapat dengan Komisi I DPR, Retno mengatakan Pemerintah Indonesia berupaya membantu menyelesaikan krisis Rohingya. Dia dan jajarannya melakukan diplomasi maraton beberapa waktu lalu.

"Dari Jakarta, saya menuju Singapura, dan Yangon (Myanmar), menginap empat jam dan pagi subuh dari Yangon ke Naypyidaw dan sorenya ke Yangon," kata Retno di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017).

"Di Yangon, ada pertemuan dengan perwakilan UN (PBB) sampai malam dan pukul empat ke Dhaka (Bangladesh) dan langsung ke Singapura. Ini apa yang kami sebut marathon diplomat for humanity," imbuhnya.


Upaya diplomasi Menlu dan jajarannya itu mendapat apresiasi dari Komisi I DPR. Salah satunya anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB Ida Fauziah.

"Saya ingin berikan apresiasi saya pada Menlu dan jajarannya yang saya kira melakukan pekerjaan yang tepat. Saya kira pengelolaan yang tepat, itu yang kami apresiasi," ujar Ida.

"Kami setelah membaca dan mengetahui, langkah yang dilakukan Menlu saya kira itu langkah tepat dan langkah cepat untuk penyelesaian jangka pendek. Kalau baca eskalasi kemanusiaan di Rakhine, saya kira tak cukup dengan kemanusiaan saja," sambung dia.

Ida meminta Retno juga mencari solusi jangka panjang untuk menyelesaikan krisis Rohingya. Sebab, dari informasi yang didapatnya, diketahui masalah di Rakhine yang berujung kekerasan terhadap etnis Rohingya juga terkait dengan masalah geopolitik.

"Saya dapat dari GP Ansor, setelah pendekatan kemanusiaan, dibutuhkan pendekatan, kalau lebih substansi, mencari akar masalah dari masalah ini. Saya nggak tahu apakah Bu Menlu sudah melihat kajian dari Ansor atau belum," sebut Ida.


"Menurut mereka, ada persoalan geopolitik. Saya kira, apabila kajian itu dengan berbagai pihak, patut menjadi pertimbangan. Kalau kita ingin penyelesaian Rohingya," tambah dia.

Pujian lainnya disampaikan Arief Suditomo dari Fraksi Hanura. Menurutnya, diplomasi yang dilakukan pemerintah berjalan efektif.

"Fraksi Hanura turut menyampaikan apresiasinya. Apa yang sudah kita lakukan cukup efektif. Cara yang tepat ini, bagi fraksi saya, penting karena ini terkait problem negara tetangga kita. Kami apresiasi penuh terhadap Menlu atas ini," ujar Arief.


Anggota Komisi I DPR lainnya yang memberikan apresiasi adalah Hidayat Nur Wahid dari Fraksi PKS. Ia berharap diplomasi ini dapat membuahkan hasil.

"Saya menyampaikan apresiasi keberaniannya melakukan diplomasi Ibu karena bertemu Suu Kyi, lalu dubes kita di Bangladesh juga. Harapan kita, ada sentuhan para ibu di sini untuk handle permasalahan," urai Hidayat. (dkp/elz)