DetikNews
Sabtu 09 September 2017, 14:46 WIB

Di Hadapan Kader Golkar, Kapolri Bicara Demokrasi dan Kesejahteraan

Faiq Hidayat - detikNews
Di Hadapan Kader Golkar, Kapolri Bicara Demokrasi dan Kesejahteraan Foto: Faiq/detikcom
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai saat ini Indonesia sedang mengarah ke demokrasi liberal. Namun apakah hal tersebut merupakan tujuan rakyat dalam reformasi?

"Indonesia saat ini mengarah demokrasi liberal, apakah ini yang dicita-citakan people power, menumbangkan rezim Orde Baru?" ujar Jenderal Tito Karnavian dalam acara 'Pelatihan dan Pendidikan komunikator Politik Nasional' Partai Golkar di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Tito pun mengingatkan tulisan yang dibuat oleh Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia. Dalam tulisan tersebut, kata Tito, Mahatir menyatakan mendahulukan demokrasi atau kesejahteraan.

"Kita melihat bahwa saya mengenang tulisan Mahathir Mohamad, pada saat kolaps, Soviet dunia monopolar, dominasi Amerika. Dia mengatakan yang mana harus didahulukan, demokrasi atau kesejahteraan, karena harus dua rute," kata Tito.

Tito menyatakan Mahathir juga mempertimbangkan jika mengadopsi demokrasi. Saat itu Mahathir harus memikirkan keseimbangan antara demokrasi dan kesejahteraan.

"Kita melihat dunia, menurut Mahathir, tadi kalau implan adopsi demokrasi liberal ada plus-minusnya. Plusnya sistem demokrasi liberal change and balance," kata Tito.

Sementara itu, Tito menyatakan Mahathir memikirkan banyaknya resiko jika mengadopsi sistem demokrasi liberal. "Pemerintah kuat, bukan strong government, begitu pembangunan stabil dibentuk negara, meningkatkan kesejahteraan. Mengimplan adopsi demokrasi liberal struktur ekonomi bentuk piramida, kecil sekali high class, tidak terlalu besar low class, maka akan banyak resiko," ujar Tito.
(fai/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed