DetikNews
Jumat 08 September 2017, 21:44 WIB

RI Tuntaskan Buta Aksara hingga 97,93 Persen

Niken Widya Yunita - detikNews
RI Tuntaskan Buta Aksara hingga 97,93 Persen Mendikbud Muhadjir Effendi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Indonesia berhasil menuntaskan masalah penduduk buta aksara sampai 97,93 persen. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan pendidikan yang telah membantu pemerintah sehingga berhasil menurunkan angka buta aksara.

"Saya sangat bangga tingkat buta aksara di Indonesia mengalami penurunan yang drastis. Ini suatu prestasi yang luar biasa," ujar Muhadjir, dalam keterangan tertulis dari Kemendikbud, Jumat (8/9/2017).

Muhadjir mengatakan hal itu dalam acara puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2017 di GOR Ewangga, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, hari ini.

Muhadjir mengatakan, tidak hanya di Indonesia, seluruh dunia juga tidak terlepas dari penduduk yang mengalami buta aksara. "Walaupun penduduk buta aksara di negara kita tinggal 2,07 persen atau 3,4 juta orang, kita perlu kerja keras lagi untuk menuntaskannya," tutur Muhadjir.

Dalam penuntasan masalah buta aksara, Muhadjir mengingatkan seluruh pegiat pendidikan bahwa keberaksaraan tidak hanya bisa membaca, menulis, dan berhitung, tapi perlu juga dipastikan warga yang sudah bisa membaca harus betul-betul mengerti yang dibacanya.

Selain itu, literasi tidak hanya membaca. Sebab, banyak orang membaca tapi tidak mau belajar, mendengar tapi tidak mau menyimak, dan melihat tapi tidak mengetahui.

"Begitu juga dengan menulis, perlu dipastikan betul ia mengerti dengan yang ditulisnya. Hal sama juga dengan menghitung. Dengan begitu, maka masyarakat yang beraksara tidak kembali lagi menjadi buta aksara," jelas Muhadjir.

Pada puncak peringatan HAI tahun ini, Muhadjir menyampaikan pesan kepada seluruh penduduk Indonesia untuk terus belajar. "Betapa pentingnya belajar. Inilah yang ditekankan dalam Program Pendidikan Karakter (PPK) bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja, baik itu di sekolah, keluarga, dan masyarakat," ucap Muhadjir.

"Saya pesan kepada seluruh kepala daerah yang menerima penghargaan hari ini untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat di sana atas keberhasilannya dalam keberaksaraan. Pesankan bahwa belajar itu penting," pesan Muhadjir.

Pemerintah daerah penerima penghargaan Anugerah Aksara tahun ini adalah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat; Kabupaten Cirebon, Jawa Barat; Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur; dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Selain kepada pemerintah daerah, penghargaan diberikan kepada pegiat keaksaraan serta lembaga pendidikan formal dan informal. Untuk pegiat keaksaraan, penghargaan diberikan kepada M Rusli Abdillah dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat; Maktuf dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah; Lies Umami dari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat; I Wayan Mertayasa dari Kabupaten Karangasem, Bali; dan Djufri Abbas HS dari Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Selanjutnya, untuk penerima penghargaan kategori keberaksaraan warga belajar pendidikan keaksaraan, juara pertama diraih Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cendana dari Sumatera Utara, juara kedua diraih PKBM Nurul Falah dari Jawa Barat, dan juara ketiga diraih Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan dari Kalimantan Selatan.

Untuk kategori kelembagaan PKBM, gelar juara pertama diraih PKBM Interaktif dari Jawa Timur, juara kedua diraih PKBM Bina Insan Mandiri dari Sulawesi Tengah, dan juara ketiga diraih PKBM Nintabua dari Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan untuk kategori Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kreatif-Rekreatif, juara pertama diraih Rumpaksa Percisa (Rumah Pustaka Pers Cilik Cisalak) dari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat; TBM Wadas Kelir dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah; Rumah Baca Gang Masjid dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur; TBM Tanah Ombak dari Kota Padang, Sumatera Barat; dan Taman Baca Barakate Hikayat Tanah Hitu dari Kabupaten Maluku Tengah.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan komitmen penuntasan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Jawa Barat, Acep Purnama, dan Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud Ella Yulaellawati.

Untuk pengembangan PAUD di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kemendikbud memberikan bantuan Rp 200 juta. Selain pemberian bantuan dari Kemendikbud, Bupati Kuningan memberikan bantuan berupa 3.000 buku untuk TBM di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
(nwy/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed