DetikNews
Minggu 27 Agustus 2017, 19:44 WIB

Soal Media Sosial, Jokowi: Kalau Sampaikan yang Positif, Boleh

Danu Damarjati - detikNews
Soal Media Sosial, Jokowi: Kalau Sampaikan yang Positif, Boleh Presiden Joko WIdodo (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Setpres)
Jakarta - Akun media sosial dalam sindikat Saracen dikabarkan menyebarkan kebencian. Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin akun bernuansa kebencian merebak di jejaring internet.

"Ya kalau menyampaikan hal-hal yang positif, menyampaikan optimisme, mengajak masyarakat membangun, mengajak masyarakat berbuat baik, mengajak masyarakat menjaga kesantunan, kesopanan, itu nggak apa-apa. Mau jutaan akun juga nggak apa-apa," kata Jokowi di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (27/8/2017).

Jokowi menerima informasi bahwa akun di bawah sindikat Saracen mencapai jumlah ratusan ribu. Itu bisa membahayakan negara dengan efek mengerikan.

"Tapi kalo memecah belah, mengabarkan hal fitnah, mencela orang lain, itu berbahaya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Jokowi.

Maka dia memerintahkan Kapolri agar kasus ini diusut tuntas. Siapa-siapa saja yang membayar jasa Saracen, yakni para klien, harus diungkap oleh polisi. Masalah penyalahgunaan media sosial sebagai alat penghasut memang dialami oleh banyak negara di era kini.

"Semua negara mengalami ini karena keterbukaan media sosial, semua negara mengalami. Menggunakan media sosial itu kan individu-individu. Individu saja sangat merusak kalau informasinya itu tidak benar, bohong, apalagi fitnah. Apalagi yang terorganisasi. Ini mengerikan sekali, kalau dibiarkan akan mengerikan," kata Jokowi.
(dnu/knv)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed