DetikNews
Jumat 18 Agustus 2017, 07:24 WIB

Puji Salaman SBY-Megawati, Hanura: Kalau Kompak Kan Melegakan

Bisma Alief - detikNews
Puji Salaman SBY-Megawati, Hanura: Kalau Kompak Kan Melegakan Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
FOKUS BERITA: Pasca Salaman SBY & Mega
Jakarta - Hanura menyambut baik pertemuan dan jabat tangan antara Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Hanura, dengan posisi Megawati dan SBY yang merupakan mantan presiden RI dan juga pimpinan parpol, apa yang mereka lakukan memiliki dampak pada kader dan simpatisan di bawah.

"Selama ini hubungan antara keduanya kan ditafsirkan publik ada kerenggangan. Ini tidak baik. Bu Mega kan mantan presiden yang juga ketua umum partai, begitupun SBY, jadi keduanya punya basis massa. Ketegangan antar elite bisa berdampak ke bawah," kata Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana saat dihubungi, Kamis (17/8/2017) malam.

Dadang menyatakan bahwa masyarakat merasa lega bila ternyata tak ada kerenggangan antara SBY dan Megawati. Sebab, kata Dadang, dalam membangun bangsa perlu kekompakkan semua elemen termasuk mantan presiden.

"Kalau kompak kan melegakan. Kerja bersama membangun bangsa perlu kekompakan semua pihak," katanya.

Dadang tidak mau berspekulasi banyak soal apa maksud dari jabatan tangan SBY-Megawati. Namun paling tidak keduanya bisa meredakan ketegangan politik yang ada.

"Paling tidak, ketegangan politik bisa berkurang. Untuk ke depan kan kita tidak bisa menduga," ucap Dadang.

Sekretaris F-Hanura DPR itu tidak banyak berharap SBY dan Megawati akan bergabung dalam satu koalisi. Menurutnya, bila pun tidak bisa berkoalisi, SBY dan Megawati akan bersaing secara sehat.

"Kalau misalnya gabung koalisi pemerintah lebih baik. Tapi kalau tidak gabung artinya bersaing, itu tidak jadi masalah tapi secara sehat," tutupnya.
(bis/ams)
FOKUS BERITA: Pasca Salaman SBY & Mega
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed