DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 21:05 WIB

Jokowi Ingatkan Soal Rendahnya Penyerapan APBD, Ini Kata Mendagri

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jokowi Ingatkan Soal Rendahnya Penyerapan APBD,  Ini Kata Mendagri Mendagri Tjahjo Kumolo mengenakan kemeja batik (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan setiap kepala daerah yang memaksimalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) . Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut pihaknya secara berkala telah mengingatkan setiap kepala daerah.

"Kemendagri secara periodik selalu membuat surat edaran kepada pemda/provinsi/kabupaten/ kota mengingatkan soal penyerapan anggaran," kata Tjahjo kepada wartawan, Minggu (13/8/2017).

Tjahjo kemudian menyebut ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya penyerapan APBD. Salah satunya, proses lelang yang kerap menjadi alasan pemerintah daerah.

"Realisasi penyerapan anggaran pemerintahan provinsi/kabupaten/kota yang belum optimal disebabkan berbagai hal, tidak selalu karena penyerapan anggarannya lambat, karena arahan Bapak Presiden sudah mengingatkan bahwa mulai Januari (awal tahun) harus dimulai lelang proyek. Sehingga tidak menumpuk diakhir tahun, agar pertumbuhan ekonomi daerah bergerak," urainya.

Dia kemudian mencontohkan ada pemerintah daerah (pemda) yang berdalih jika uang proyek itu belum diambil pihak ketiga. Sehingga terkesan dana proyek itu menumpuk di bank.

"Ada pemda yang berdalih penyerapan sudah optimal tapi pihak ke-3 belum mengambil uangnya, sehingga kesannya uang tersimpan di Bank. Padahal sudah menjadi milik pihak ke-3 tapi belum diambil dan pihak-3 sudah kerja di lapangan," urainya.

Meski begitu Tjaho mengakui arahan Jokowi wajib dijalankan demi menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pihaknya bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas telah mengantongi data daerah yang belum optimal menggunakan APBD-nya.

"Tapi apapun peringatan dari Bapak Presiden harus menjadi perhatian kepala daerah dan pihak Kemendagri dan Kemenkeu serta Bappenas pegang data masing-masing daerah yang menyimpan uangnya di berbagai Bank khususnya bank Daerah," ucap Tjahjo.

Tjahjo menegaskan APBD yang telah diterima pemda setempat harus diserap secara optimal. Sehingga diharapkan bisa membantu perputatan perekonomian masyarakat.

"Penyerapan anggaran harus optimal agar bergerak pertumbuhan ekonomi rakyat di daerah," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut jika masiha ada anggaran Rp 220 triliun yang berada di bank-bank daerah. Jokowi mengingatkan agar kepala daerah segera menggunakan dana tersebut.

"Itu yang akan disiapkan. Karena sampai hari ini saya lihat kemarin di rekening masih ada 220 triliun rupiah yang berada di rekening-rekening BPD maupun di bank-bank yang lain. Uang ini ditunggu oleh rakyat, ditunggu realisasinya," kata Jokowi saat ditemui wartawan di SMPN, Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8).


(ams/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed