DetikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 13:51 WIB

Bos Travel Dibui 17 Tahun, Ini Cerita Agen Rekrut 4.000 Jemaah Umrah

Andi Saputra - detikNews
Bos Travel Dibui 17 Tahun, Ini Cerita Agen Rekrut 4.000 Jemaah Umrah Jaksa laporkan First Travel (Mei-detikcom)
Jakarta - Dirut PT Lintas Utama Sukses (Linus), M Nassa membuka bisnisnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Dengan janji biaya umrah murah, Nassa menghimpun puluhan miliar Rupiah dari para calon jemaah.

Berdasarkan penelusuran detikcom dari berkas putusan Mahkamah Agung (MA), Jumat (11/8/2017), Nassa memasarkan jasanya lewat agen-agen. Umumnya mereka kelompok-kelompok pengajian dengan janji akan mendapatkan komisi, bila bisa merekrut calon jemaah umrah. Begini sebagian kesaksian mereka:

1. Maghfiroh Yenny
Yenny mengajak teman-temannya sebanyak 44 orang untuk umrah. Uang yang terkumpul sebanyak Rp 462 juta dan disetor ke rekening Linus. Namun tidak pernah diberangkatkan hingga melaporkan hal itu ke Polda Metro Jaya pada 25 Februari 2014.

2. Diana Agustina
Diana mengajak teman-temannya sebanyak 16 orang untuk umrah. Dana yang terkumpul Rp 198 juta dan disetor ke rekening Linus. Belakangan, janji berangkat umrah tak kunjung terealisasi.

3. Khairus Yellisa
Khairus diajak oleh Diana. Nah, Diana Yairus mengajak lagi teman-temannya dan yang ikut sebanyak 70 orang dengan dana yang terkumpul Rp 1 miliar. Uang telah disetor ke PT Linus, tetap tidak ada yang diberangkatkan.

4. RA Darmastuti
Darmastuti tertarik umroh dan mengajak 84 temannya sehingga terkumpul dana Rp 609 juta. Karena tidak ada realisasi keberangkatan, Darmastuti bergabung dengan lainnya melapor ke Polda Metro Jaya.

5. Lili Helmina Siregar
Lili direkrut PT Linus sebagai leader dan bertugas mencari calon jemaah. 60 Orang berhasil dikumpulkan dan uang Rp 966 juta terkumpul. Selain tak pernah berangkat umrah, uang mereka juga tidak pernah kembali.

6. Sri Sukartini
Sebagai leader, Sri mencari calon jemaah dan terkumpul 104 orang. Uang Rp 966 juta ditransfer, tetapi lagi-lagi tak ada satu pun yang diberangkatkan. Uang lenyap entah kemana.

7. Enang Suherni
Enang menawarkan ke tetangga-tetangganya dan terkumpul uang Rp 341,8 juta dari 44 orang. Namun setelah uang ditransfer ke PT Linus, 44 orang itu tak pernah berangkat dan uang pun lenyap.

8. Bambang Suharto
Bambang mendaftarkan 16 orang temannya dan terkumpul uang Rp 172,1 juta. Setelah uang ditransfer, 16 temannya tak ada yang diberangkatkan.

9. Sri Riyatmi
Sri merekrut 44 orang dan terhimpun uang Rp 96 juta. Lagi-lagi, tak ada satu pun yang diberangkatkan.

10. Sulaiman
Sama dengan agen/leader lainnya, Sulaiman mengumpulkan Rp 265 juta dari 44 orang. Tapi tak ada satu pun yang diberangkatkan.

Seorang saksi dari bank menyebut perputaran uang di rekening Nassa mencapai miliar rupiah. Sedangkan saksi dari Kementerian Agama, PT Linus tidak mengantongi izin perjalanan umrah. Perusahaan tersebut hanya mengantongi izin dari Kementerian Perdagangan yang bergerak di bidang jasa pemasaran.

Dalam kurun 2012 hingga 2013, tercatat 4.800 orang mendaftar dan dana yang terkumpul Rp 48,3 miliar. Belakangan, M Nassa tidak bisa memberangkatkan calon jemaah sehingga melempar ke travel lain. Kelompok pertama yang berangkat sebanyak 2.200 orang dengan total biaya Rp 35,2 miliar. Sisanya tidak jelas nasibnya, apakah bisa berangkat atau tidak.

Atas perbuatannya, Nassa diadili dalam tiga perkara, yaitu:

1. Dihukum 11 tahun penjara.
Perkara pertama, Nassa mengantongi nomor 1641/PID.B/2014/PN JKT.PST dan dihukum 11 tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah melakukan penipuan dan pencucian uang.

"Perbuatan terdakwa merugikan orang lain, Terdakwa tidak merasa bersalah, Terdakwa sudah menikmati hasilnya dan Terdakwa tidak ada niat untuk mengembalikan kerugian korban," kata majelis PN Jakpus yang terdiri dari Badrun Zaini, Heru Prakoso dan Kisworo.

Vonis itu dikuatkan di tingkat banding dan kasasi. Majelis kasasi terdiri dari Salman Luthan, Sumardjiatmo dan Margono.

2. Dihukum 3 Tahun Penjara
Nassa kembali duduk di kursi pesakitan dengan nomor perkara 576/PID.B/2015/PN JKT.PST. Ia didakwa kembali untuk kasus penipuan dengan korban lain. Nassa dihukum 3 tahun penjara.

3. Dihukum 3 Tahun Penjara
Lagi-lagi, Nassa harus duduk kembali di kursi pesakitan dengan nomor perkara 1201/PID.B/2015/PN JKT.PST. Tak perlu waktu lama bagi PN Jakpus untuk mengadili kasus tersebut. Nassa dihukum lagi selama 3 tahun penjara.

Dari 3 dakwaan di atas, Nassa total dihukum 17 tahun penjara.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed