DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 17:39 WIB

Presiden MK Se-Afrika Ingin Belajar Demokrasi ke Indonesia

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Presiden MK Se-Afrika Ingin Belajar Demokrasi ke Indonesia
Solo - Presiden Mahkamah Konstitusi (MK) se-Afrika Mogoeng Mogoeng mengatakan perkembangan demokrasi di Afrika relatif lebih muda dibanding Indonesia. Dia memuji keragaman suku yang ada di Indonesia dan tak membuat setiap anak bangsa berkelahi satu sama lain.

"Coba pikirkan, sejumlah suku, beragam suku yang Indonesia punya, mereka tidak membunuh satu sama lain, tidak berkelahi satu sama lain setiap harinya. Indonesia menawarkan hal itu. Afrika itu lebih muda dalam berdemokrasi dibanding Indonesia," kata Mogoeng di Hotel Alila, Solo, Rabu (9/8/2017).

Mogoeng menerangkan, di Afrika, masih ada permasalahan suku dan ras yang masih kental. Persoalan bahasa yang banyak juga menjadikan negara-negara di Afrika masih belajar dalam berdemokrasi.

"Masih ada permasalahan ras, kulit putih dan kulit hitam, di Afrika. Indonesia mempunyai rujukan yang kita butuhkan untuk menyelesaikan masalah kita terkait permasalahan ras, etnis yang kami punya. Termasuk persoalan bahasa yang lebih dominan dibanding yang lain," terang Mogoeng, yang juga Ketua MK Afrika Selatan.

Hal itu pulalah yang membuat MK se-Afrika menjalin kerja sama dengan MK se-Asia. Kerja sama itu akan menguntungkan kedua belah pihak dalam menyelesaikan persoalan-persoalan demokrasi yang semakin kompleks.

"Bagaimana mereka bisa menyelesaikan pengalaman masalah mereka, sehingga Afrika mendapat keuntungan dari Asia dan Asia mendapat keuntungan juga dari Afrika," tutur Mogoeng.

Dia pun berharap adanya sekretariat bersama yang dipunyai oleh MK se-Asia dapat menguatkan kerja sama dengan asosiasi yang dipimpinnya. Keduanya dapat sharing terkait dengan masalah-masalah ketatanegaraan kontemporer.

"Saya berharap khususnya mengenai tiga sekretariat bersama yang dipunyai oleh AAAC dan sekretariat CCJA dapat bekerja sama untuk sharing terkait banyak topik dan mengembangkan organisasi. Melakukan apa yang harus diselesaikan, menguatkan demokrasi, untuk MK dan kehidupan masyarakat yang lebih baik," imbuhnya.

Dalam kegiatan simposium internasional ini, MK se-Asia dan MK se-Afrika menandatangani perjanjian kerja sama. Kedua asosiasi tersebut sepakat meningkatkan koordinasi antarlembaga.

Kesepakatan itu langsung ditandatangani Presiden MK Se-Asia sebelumnya, Arief Hidayat, dan Presiden MK Se-Afrika.
(knv/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed