DetikNews
Selasa 08 Agustus 2017, 17:34 WIB

KPK Kerja Sama dengan Ditjen Pajak Kejar Target Rp 1.307 Triliun

Nur Indah Fatmawati - detikNews
KPK Kerja Sama dengan Ditjen Pajak Kejar Target Rp 1.307 Triliun Foto: KPK Kerja Sama dengan Ditjen Pajak Kejar Target Rp 1.307 Triliun (Nur-detikcom)
Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi bertandang ke KPK untuk memantapkan kerja sama pengawasan. Target kerja sama itu untuk mendapatkan penerimaan pajak lebih dari Rp 1.307 triliun.

"Jadi tadi saya kerja sama institusional dengan KPK, bahwa pajak ini yang ditargetkan sekarang Rp 1.307 triliun sampai akhir tahun ini, DJP (Direktorat Jenderal Pajak) ya, bukan perpajakan. Dan kita minta dukungan KPK, karena hasil pajak ini bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat dan meningkatkan daya beli seluruh masyarakat Indonesia," ungkap Ken Dwijugiasteadi di KPK, Jalan Kuningan Mulia, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang mendampingi Ken usai pertemuan, menyampaikan kendala yang dihadapi adalah soal kepatuhan. Ada 3 hal yang akan disasar, yakni pemantapan penerapan perundang-undangan, antarlembaga, serta pengelolaan data.

"Ada tim nanti yang nempel terus. Dan ini bukan hal yang baru sebenarnya. Sebelumnya sudah ada, kita dapat beberapa triliun kemarin. Karena Pak Ken bilang kita waktu itu kejar Rp 5 triliun. Mudah-mudahan ini kita bisa dapat besar lagi," harap Saut Situmorang.


KPK Kerja Sama dengan Ditjen Pajak Kejar Target Rp 1.307 TriliunFoto: KPK Kerja Sama dengan Ditjen Pajak Kejar Target Rp 1.307 Triliun (Nur-detikcom)


Saut juga menyinggung pertemuan sebelumnya dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saat itu sudah dibicarakan soal cukai dan pembahasan pajak ini merupakan langkah selanjutnya. KPK berkomitmen akan mengawal perubahan di tubuh Dirjen Pajak.

"Jadi ada impian-impian besar yang memungkinkan kita lebih efisien dan efektif dalam beberapa periode ke depan ini agar kita dapat mengejar APBN ke lebih berimbang. Soal angka-angka mungkin Pak Dirjen bisa lebih paham. Intinya KPK akan mendorong, karena ada keinginan untuk berubah, tapi ada juga kelompok-kelompok yang tidak ingin berubah. Tapi kami ada di belakang pajak," pungkas Saut.


(nif/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed