DetikNews
Selasa 08 Agustus 2017, 11:54 WIB

Harjono: Perppu Diuji MK agar Tak Jadi Lubang Jarum Presiden

Bisma Alief Laksana - detikNews
Harjono: Perppu Diuji MK agar Tak Jadi Lubang Jarum Presiden Harjono (ari/detikcom)
Jakarta - Mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Harjono menjelaskan alasan MK bisa melakukan uji materi pada peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu). Menurutnya, bila Perppu tidak bisa diuji materi, hal tersebut bisa membuat terjadinya penyelewengan kekuasaan oleh pemerintah.

"Perppu bisa jadi alat kuat presiden untuk menuangkan keinginannya. Sesudah kekuasaan membuat undang-undang di tangan presiden, di tangan presiden juga dia bisa buat Perppu. Kalau Perppu bukan objek pengujian oleh MK, akan sangat bahaya presiden dengan Perppu-nya," ujar Harjono dalam diskusi Membedah Makna 'Kegentingan Memaksa' dalam Perppu di Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).

Yang membahayakan dari Perppu, kata Harjono, adalah kedudukan Perppu yang setara dengan undang-undang. Dia tidak bisa membayangkan bila sewaktu-waktu ada presiden yang mengeluarkan Perppu untuk membubarkan DPR.

"Karena Perppu ini setara undang-undang. Kalau presiden bikin Perppu bubarkan DPR, lalu kekuasaan semua di presiden, what happen dengan Perppu ini?" tegasnya.

"Makanya Perppu bisa diuji (di MK), biar sistem konstitusi kita nggak ada lubang jarum untuk kemudian presiden berkuasa dengan Perppu," Harjono menegaskan.

Terkait dengan penerbitan Perppu oleh pemerintah, salah satu hal yang sangat diperhatikan adalah soal kegentingan yang memaksa. Menurut Harjono, kegentingan tersebut memiliki 3 kriteria.

"Pertama, kekosongan hukum. Kedua, ketidaksempurnaan hukum yang ada. Ketiga, proses pembuatan undang-udang dalam subjektivitas presiden akan terlalu lama untuk kemudian undang-undang digunakan untuk memecahkan persoalan," paparnya.
(asp/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed