DetikNews
Selasa 01 Agustus 2017, 19:26 WIB

Dalam Waktu Dekat Polisi akan ke Singapura untuk BAP Novel Baswedan

Audrey Santoso - detikNews
Dalam Waktu Dekat Polisi akan ke Singapura untuk BAP Novel Baswedan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Polri menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya dan KPK akan berangkat ke Singapura untuk meminta keterangan kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Polisi memerlukan keterangan Novel sebagai korban dalam peristiwa penyiraman air keras yang terjadi April silam.

"Sudah dua kali ke Singapura pada waktu itu. Katanya (tidak bisa dimintai keterangan) karena alasan kesehatan. Kita kalau mau ambil keterangan Saudara Novel kan harus meminta petunjuk dokter dulu yang merawatnya. Apakah sudah diperbolehkan atau belum berkaitan dengan kesehatannya," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di gedung Rupatama,Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2017).

Meski sudah ada rencana dari pihak polisi untuk meminta keterangan Novel di Singapura, Rikwanto tidak dapat menyebutkan tanggal tepatnya.

"Kita dalam waktu dekat bersama KPK, tim gabungan dengan KPK. Ini rencananya dalam waktu dekat ini ke sana. Tapi waktunya belum ditentukan," ujar Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan dua kali penyidik ke rumah sakit tempat Novel dirawat, dua kali pula penyidik pulang dengan kenyataan Novel tidak bisa diperiksa. Rikwanto berharap, dengan menggandeng KPK, Novel bersedia menuangkan keterangan dalam berita acara.

"Ini kan tinggal mengatur waktu yang tepat saja, kapan berangkat ke Singapura untuk mengambil keterangan dari Saudara Novel, mengkonfirmasi keterangan. Mudah-mudahan ada sesuatu yang bisa dijadikan alat bukti untuk mengungkap kasus ini," terang Rikwanto.

Salah satu materi pemeriksaan, beber Rikwanto, mengenai keterangan Novel di media massa tentang keterlibatan petinggi Polri dalam kasus penyiraman air keras yang dialaminya.

"Yang bersangkutan sudah banyak memberikan info lewat media. Itu kan perlu kita konfirmasikan lagi dan perlu dalami," ucap Rikwanto.

Dia berharap, saat Novel bersedia diperiksa, penyidik akan membawa pulang informasi-informasi signifikan untuk nantinya dikembangkan pada proses penyidikan.

"Mudah-mudahan yang diketahuinya lebih banyak dari yang disampaikan ke media. Supaya bisa kita kembangkan yang dimaksudnya dalam keterangan," tutup Rikwanto.
(aud/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed