Djarot: Ngapain Ibu Kota Dipindah?

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Senin, 31 Jul 2017 09:35 WIB
Djarot berpose di Simpang Susun Semanggi yang jadi ikon baru Jakarta. (Hasan Alhabshy/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bertekad terus mengembangkan daerah yang dipimpinnya tetap layak menjadi ibu kota Indonesia. Djarot justru bertanya untuk apa ibu kota negara dipindah.

"Saya pikir kalau kita konsisten seperti ini, maka menurut saya, ngapain ibu kota negara dipindah?" kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).

Dia menilai pemindahan ibu kota negara bukan perkara mudah. Menurutnya, mengembangkan Jakarta di berbagai sektor seharusnya lebih dioptimalkan.

"Jadi begini ya, mindahin ibu kota tidak gampang, bukan hal yang sederhana. Kalau saya sebaiknya, ya, kita kembangkan Jakarta supaya layak jadi ibu kota negara," kata dia.

Djarot berpandangan beberapa persoalan di Jakarta harus segera diselesaikan agar ibu kota negara tidak dipindah ke daerah lain. Salah satunya pembangunan sektor transportasi publik guna mengatasi kemacetan di Jakarta.

"Sekarang ini kan macet, maka kita geber betul pembangunan sektor transportasi publik. Memang masih macet, tapi coba kita lihat kalau program pembenahan transportasi publik tetap berlanjut, secara mendasar dilakukan di Jakarta dan ini sudah dimulai, kemudian baru mencapai 50 sampai 60 persen. Ini diteruskan, maka Jakarta akan sangat berkurang tingkat kemacetannya," jelas Djarot.

Menurut Djarot, konsepnya, Jakarta bukan lagi sebagai kota metropolitan, melainkan megapolitan. Untuk itu, membangun Jakarta juga sekaligus menata kawasan di sekitarnya.

"Jabodetabek, ini harus, ya," imbuhnya. (adf/bag)