Tiga Sungai Keruh, Proyek PLTPB Gunung Slamet Dihentikan Sementara

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 30 Jul 2017 06:03 WIB
Aksi tolak PLTPB Gunung Slamet (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Brebes - Intensitas curah hujan yang tinggi sejak Jumat (28/7) pukul 20.00 WIB hingga Sabtu (29/7) malam di lereng Selatan Gunung Slamet khususnya wilayah Brebes dan Banyumas, Jawa Tengah, membuat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) dihentikan sementara. Penghentian ini dilakukan setelah tiga sungai didekat proyek tersebut mengalami kekeruhan.

Proyek tersebut digarap oleh PT Sejahtera Alam Energy (PT SAE). Sementara, tiga sungai yang mengalami kekeruhan yakni sungai Krukut, Sungai Logawa dan Sungai Mengaji yang berada di lereng Gunung Slamet.

"PT SAE telah menghentikan aktivitas pekerjaan di lokasi proyek PLTPB ini pada hari Jumat (28/7) d karenakan kondisi hujan terus menerus. Untuk tidak mengulangi peristiwa air keruh yang terjadi awal tahun ini," kata Direktur Utama PT SAE Bregas H Rochadi, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Sabtu (29/7/2017) malam.

Menurut dia, pihaknya sebenarnya telah melakukan beberapa upaya tambahan dalam cara kerjanya untuk menjegah terjadinya kekeruhan seperti pembuatan saluran drainase sementara dengan filter untuk menyaring lumpur, penutupan area yang terbuka dengan terpal serta upaya lainnya. Dan penanganan tersebut terbukti dengan tidak terjadinya lagi kekeruhan beberapa waktu yang lalu meskipun pekerjaan telah lama berjalan kembali.

"Dari hasil identifikasi tim lapangan kami, kekeruhan yang terjadi di sungai Krukut yang alirannya melewati beberapa desa di kecamatan Cilongok, Banyumas, kondisi kualitas air di sungai Krukut lebih keruh dibandingkan dengan hasil identifikasi pengambilan sample air di area hulu lokasi pekerjaan PT SAE," ucapnya.

Dengan hasil tersebut, lanjut dia, PT SAE akan melanjutkan identifikasi di sepanjang aliran sungai Citepus. Hal ini untuk memastikan penyebab kekeruhan tersebut.

"Sebagai respons darurat dari PT SAE , kami telah mengupayakan bantuan pengadaan air bersih melalui tangki-tangki air PDAM untuk dibagikan ke warga masyarakat, khususnya desa terdampak yang ada di Kecamatan Cilongok seperti Desa Panembangan, Desa Cikidang, Desa Karanglo dan Desa Pernasidi," ujarnya.

Sebelumnya, warga yang berada di lereng selatan Gunung Slamet melakukan protes atas dibangunnya PLTPB yang menyebabkan sumber mata air yang ada di Gunung Slamet menjadi keruh dan berimbas pada masyarakat yang memanfaatkan air tersebut.

Aksi protes dari mahasiswa, masyarakat, pegiat lingkungan yang menamakan diri Aliansi Selamatkan Slamet menolak dibangunnya PLTPB dengan isu utama masalah lingkungan, dimana PT SAE dianggap telah membabat hutan lindung hingga menyebabkan keruhnya sumber mata air dan merusak habitat binatang yang ada di lereng Gunung Slamet. (arb/jor)