4 Pemerkosa Biadab di Kalimantan Dihukum Penjara Seumur Hidup

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 21 Jul 2017 16:06 WIB
4 Pemerkosa dihukum penjara seumur hidup (ist.)
Banjarmasin - 4 Pemerkosa biadab dari Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) dihukum penjara seumur hidup. Alhasil, keempatnya harus menghui penjara hingga meninggal dunia karena memperkosa anak usia 16 tahun hingga meninggal dunia.

Kasus bermula saat Nadrianus Era, Sarnadi, M Qomarudin dan Suroso mendatangi kos-kosan perempuan di Batulicin pada 16 November 2016 tengah malam. Mereka yang dalam pengaruh alkohol mengendap-endap ke sebuah kamar kos.

Era mengetuk pintu dan dibukakan korban. Setelah dibuka, malam durjana itu pun terjadi. Korban diperkosa secara bergantian oleh Era, Sarnadi, Qomar dan Suroso. Perlawanan korban sia-sia karena tenaga pelaku jauh lebih besar. Dalam perlawanannya itu, korban dicekik para pelaku sehingga korban meninggal dunia.

Paginya, kematian korban membuat geger Batulicin. Polisi yang melakukan olah TKP segera mengejar para pelaku dan berhasil menangkapnya. Keempatnya kemudian digelandang dan diproses secara hukum.

Di persidangan, jaksa mendakwa keempatnya menggunakan UU 17 tahun 2016 atau dikenal dengan UU Kebiri. Vonis majelis hakim diketok keras.

"Menyatakan Terdakwa melakukan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Menjatuhkan pidana kepada Para Terdakwa tersebut masing-masing dengan pidana Penjara Seumur Hidup," ujar majelis hakim dalam sidang yang digelar secara terbuka di PN Batulicin, Jumat (21/7/2017).

Duduk sebagai ketua majelis Anteng Supriyo dengan anggota Andi Ahkam Jayadie dan Alvin Zakka Arifin Zetta. Majelis menolak tuntutan kebiri ke pelaku karena hal itu bertentangan dengan Pasal 67 KUHP. Pasal itu menyatakan:

Orang yang dijatuhi pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, tidak boleh dijatuhi pidana lain lagi kecuali pencabutan hak-hak tertentu, perampasan barang-barang yang telah disita sebelumnya, dan pengumuman putusan hakim.

"Dengan mendasarkan pada Pasal 67 KUHP sebagai disebutkan di atas, terhadap tuntutan pidana dari penuntut umum yang mengkumulasikan pidana penjara seumur hidup dengan pidana denda dan tindakan berupa kebiri kimia, menurut majelis hakim adalah pemidanaan yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 67 KUHP," ujar majelis dengan suara bulat. (asp/rvk)