ORI Minta Menristek Klarifikasi Laporan Plagiat Jurnal Rektor UHO

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 20 Jul 2017 14:46 WIB
Foto: Guru besar ngadu ke ORI (Edo-detikcom)
Jakarta - Komisioner Ombudsman RI, Laode Ida meminta Menristek Dikti Mohamad Nasir atas tindakan plagiat Muhammad Zamrun Firihu. Terlebih dengan melantikan Zamrun sebagai Rektor di Universitas Halu Oleo (UHO) yang dinilai ada Mall Administrasi.

"ORI tidak mempersoalkan orangnya, tetapi kenapa kemenristek Dikti ini tidak melibatkan aturan yang berlaku, sehingga terindikasi Mall Administrasi," ujar Laode di Gedung ORI Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2017).

Sebagaimana diketahui, hasil pemeriksaan antara tim independen Kemenristek dengan 30 gabungan guru besar Universitas Halu Oleo mendapati perbedaan. Karena hasil pemeriksaan, tim Kemenristek tidak mengacu Permen Dikbud 17/2010.

"Ini secara telanjang dapat dilihat, karena dalam menjiplaknya ada beberapa paragraf yang tidak di acak, tidak beda sama sekali. Ini seratus persen menjiplak padahal ada aturan yang digunakan yaitu itu Permen Dikbud No 17/201," kata Laode.

Laode mengatakan tidak hanya Permendikbud, Zamrun juga telah melanggar etika akademik universal. Sebab dalam dunia pendidikan tidak memiliki tempat untuk plagiat.

"Nanti kami akan melakukan investigasi, dan mengklarifikasi kepada Menristek atas laporan ini," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Rektor terpilih Universitas Halu Oleo (UHO), Muhammad Zamrun Firihu dituduh melakukan plagiat jurnal international, dia dilaporkan ke Ombudsman RI dan Kemenristek Dikti. Zamrun diadukan setelah 30 guru besar UHO menelitik karya ilmiahnya.

"Dalam satu tahun dia menulis sembilan jurnal, padahal 3 saja sudah hebat," ujar Guru Besar Bidang Perikanan Prof Laode Muhammad Aslan di Gedung ORI, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2017). (edo/rvk)