DetikNews
Selasa 18 Juli 2017, 02:11 WIB

Amiruddin, Yatim Lumpuh Layu yang Hidup di 'Gubuk Derita' di Aceh

Datuk Haris Molana - detikNews
Amiruddin, Yatim Lumpuh Layu yang Hidup di Gubuk Derita di Aceh Rumah 'gubuk derita' Amiruddin (Foto: Datuk Haris Molana/detikcom)
Aceh Utara - Keinginan hidup sehat dan terlepas dari segala penyakit menjadi harapan setiap orang. Namun, Amiruddin mencoba sabar dengan cobaan lumpuh layu yang dideritanya.

Amiruddin merupakan pria 17 tahun yang tinggal tinggal di Desa Serbajaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Aceh. Keluarganya telah berusaha untuk menyembuhkan Amir, namun kandas di 'tingkat' Puskesmas.

Ibu kandung Amiruddin, Muridah, menuturkan penyakit yang menyerang anaknya bermula saat Amir terserang demam tinggi di usia 19 bulan. Amir sempat disuntik 3 kali di Puskesmas kala itu.

Amiruddin, Yatim Lumpuh Layu yang Hidup di 'Gubuk Derita' di AcehFoto: Datuk Haris Molana/detikcom
Namun Amir tak kunjung sembuh. Ia kemudian justru kejang-kejang dan akhirnya divonis lumpuh layu.

"Sejak 19 bulan umurnya dia mengidap lumpuh layu. Umurnya kini 17 tahun namun tidak ada tanda-tanda kesembuhan muncul dari dirinya," kata Muridah ditemui di rumahnya, Senin (17/7/2017).

Amir hidup bersama ibunya sementara sang ayah meninggal beberapa tahun lalu. Ia pun hanya terbaring lemah di rumah gubuk peninggalan ayahnya.

"Dugaan saya setelah di suntik itulah anak saya menderita lumpuh layu," sebut Muridah.

Akibat penyakit itu, Amiruddin tidak bisa berbicara dan pertumbuhan berat badannya pun tidak normal. Sempat di bawa ke Rumah Sakit di Lhokseumawe. Dokter meminta untuk di operasi, namun sang ibu tidak mau dengan berbagai alasan serta pertimbangan.

"Waktu itu ada saya bawa ke Rumah Sakit di Lhokseumawe. Sarannya di suruh operasi tapi saya tidak mau. Saya takut nanti dia sakit apalagi tidak bisa bicara, kalau sakit gimana nanti dianya, lebih susah lagi
kita," tambah Muridah.

Amiruddin, Yatim Lumpuh Layu yang Hidup di 'Gubuk Derita' di AcehFoto: Datuk Haris Molana/detikcom
Kondisi Amiruddin sangat memprihatinkan, selain berat badan tidak normal. Ia juga tidak bisa duduk, hanya sesekali saja tubuhnya bergerak kala melihat orang di sekitar menjenguk untuk memberi semangat
kepadanya.

"Saya hanya buruh tani. Jerih itu saya dapat pastinya tidak cukup untuk menghidupkan Amiruddin dan adik-adiknya. Tak banyak yang dapat saya buat untuknya. Sekarang hanya iba para dermawan yang bisa
membantu meringankan derita yang bertahun-tahun telah saya alami. Semoga Pemerintah melihat saya dan membantu membuat rumah. Semoga saja!," ujar Muridah.
(rna/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed