DetikNews
2017/07/17 21:16:29 WIB

Pengakuan-pengakuan di Persidangan yang Menjerat Novanto

Rina Atriana - detikNews
Halaman 2 dari 2
Pengakuan-pengakuan di Persidangan yang Menjerat Novanto Setya Novanto (Foto: Pool)

Kesaksian Wirawan Tanzil

Presiden Direktur PT Avidisc Crestec Interindo Wirawan Tanzil selaku agen program AFIS milik Cogen, perusahaan asal Amerika Serikat, menyebut sempat diajak ikut bergabung ke Konsorsium Murakabi. Hanya, ia menolak setelah tahu Murakabi terkait Novanto.

"Karena saya situasinya nggak enak, jadi saya mundur," ujar Wirawan.

Jaksa terus mencecar Wirawan. "Tidak bisa, prinsip saya, saya nggak mau. Karena saya lihat situasi, apa yang saya lakukan itu ada risiko kegagalan," imbuh Wirawan.


Jaksa lantas menegaskan apakah karena Murakabi merupakan milik salah satu petinggi di DPR. Wirawan menjawab isunya memang begitu.

"Iya, isunya begitu juga dari Johannes Tan. Saya tanya siapa yang punya ini perusahaan, dia sebut bahwa itu perusahaan ada hubungan dengan Setya Novanto. Jadi saya nggak ikut-ikutan, deh," tutur Wirawan.

Bantahan Novanto

Novanto sendiri telah dihadirkan di persidangan sebagai saksi. Kala itu ia menyampaikan sejumlah bantahan.

Dalam kesaksiannya, Novanto membantah menerima duit haram e-KTP dan membantah sejumlah hal lain. Novanto membantah tahu banyak akan proyek e-KTP.

"Tidak benar, Yang Mulia," jawab Novanto saat ditanya majelis hakim, Kamis (6/4/2017).

Ia juga menegaskan tak pernah menerima uang terkait e-KTP. "Tidak pernah," jawabnya.

Pengakuan-pengakuan di Persidangan yang Menjerat NovantoFoto: Ari Saputra/detikcom
Bantahan berikutnya, Novanto mengaku tidak pernah menyampaikan pesan apa pun kepada mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni. Pesan yang dimaksud adalah pesan yang seharusnya disampaikan kepada mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman, yang kini duduk sebagai terdakwa kasus korupsi e-KTP.

"Tidak kenal, tidak pernah bertemu," ujar Novanto.

Novanto juga membantah pernah mengatakan kepada Ganjar Pranowo 'jangan galak-galak' terkait proyek e-KTP. Novanto mengaku kaget kenapa Ganjar bisa mengatakan hal tersebut.

Bantahan selanjutnya terkait pertanyaan jaksa yang menanyakan apakah anaknya, Reza Herwindo, bekerja untuk tersangka e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.


"Apakah anak Saudara bekerja pada Andi Narogong?" tanya jaksa Irene.

"Tidak," jawab Novanto lagi.

"Punya kepemilikan saham di perusahaan Andi Agustinus?" tanya jaksa lagi.

"Tidak ada," Novanto menegaskan.
(rna/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed