DetikNews
2017/07/17 21:16:29 WIB

Pengakuan-pengakuan di Persidangan yang Menjerat Novanto

Rina Atriana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pengakuan-pengakuan di Persidangan yang Menjerat Novanto Setya Novanto (Foto: Pool)
Jakarta - Sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, nama Setya Novanto muncul dalam dakwaan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Tak hanya itu, sejumlah pengakuan terkait Novanto juga muncul di persidangan.

KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka setelah salah satunya mencermati fakta persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto.

"Setelah mencermati fakta persidangan terhadap dua terdakwa Saudara Irman dan Sugiharto dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional atau KTP-El tahun 2011-2012 pada Kemendagri RI, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seorang lagi sebagai tersangka," tutur Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Novanto pernah disebut sebagai kunci proyek e-KTP. Hal tersebut disampaikan salah satu terdakwa e-KTP yang juga mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman.

Kesaksian Eks Dirjen Dukcapil

Dalam persidangan 29 Mei 2017, Irman menyebut saat Andi Narogong alias Andi Agustinus menemuinya di Kemendagri, ia mengaku sebagai utusan Komisi II. Dalam pertemuan itu, Andi juga menyebut Setya Novanto sebagai kunci proyek e-KTP.

"Tapi Andi menyampaikan kepada saya, 'Tapi Pak Irman... ini Pak Sugiharto saksinya, kunci anggaran ini, proyek ini, nanti bukan Komisi II, SN. Oleh karena itu, kalau berkenan, saya harus pertemukan Pak Irman, Pak Sugiharto, dan SN.' Itulah awal mula pertemuan di Gran Melia. Seminggu sebelum bertemu di Gran Melia," jelas Irman kala itu.

Pengakuan terkait Setya Novanto lain disampaikan Andi Narogong. Meski membantah pernah bertemu dengan Novanto di Gran Melia dan bekerja sama dalam proyek e-KTP, Andi cukup kenal lama dengan Novanto, yakni ketika Pemilu 2009.


Hanya, dalam persidangan 12 Juni 2017, Irman menyatakan Andi Narogong pernah memarahi Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S Sugiana lantaran tak mau lagi menyetor uang untuk anggota DPR terkait pembahasan proyek e-KTP.

"Waktu itu Pak Sugiharto lapor ke saya, solusinya nggak ketemu. Anang nggak mau lagi nyetor. Andi bilang, 'Kalau begini, saya malu dengan SN, ke mana muka saya dibuang kalau sampai di sini sudah berhenti.' Ini yang laporan Pak Sugiharto kepada saya," ungkap Irman di persidangan.

Keterangan Paulus Tannos di Penyidikan

Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Pulus Tannos mengaku bertemu dua kali dengan Setya Novanto terkait e-KTP. Hanya, apa yang dituturkan Paulus di persidangan berbeda dengan apa yang dia sampaikan saat proses penyidikan.

Paulus menyebut pertemuan di kantor Novanto hanya terjadi di depan lift dan tak ada membahas mengenai 'komitmen'.

"Setelah saya ingat-ingat lagi, kejadian yang sebenarnya adalah yang saya ungkapkan dalam persidangan ini," ujarnya.


Jaksa kemudian membacakan BAP Paulus yang menjelaskan mengenai pertemuan di rumah Novanto. Dalam BAP itu Paulus dikenalkan ke Novanto oleh Andi Narogong sebagai orang yang mengerjakan proyek e-KTP.

"Sama seperti yang saya ungkapkan, seingat saya yang saya sampaikan tadi. Setelah saya ingat-ingat lagi, betul-betul kejadian yang sebenarnya adalah yang saya ungkapkan di persidangan ini," jawab Paulus.

Ditanya jaksa soal hasil pertemuan dengan Novanto di dua lokasi berbeda, Paulus menjawab tidak menghasilkan apa-apa. Andi hanya ingin menyombongkan diri kenal dengan Setya Novanto.

"Tidak ada hasil apa-apa, Pak. Andi ingin menyombongkan diri kenal dengan Bapak Setya Novanto," jelas Paulus.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed