detikNews
Senin 17 Juli 2017, 12:07 WIB

Hari Pertama Sekolah, Ruang Kelas SD di Serang ini Memprihatinkan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Hari Pertama Sekolah, Ruang Kelas SD di Serang ini Memprihatinkan Kondisi sekolah yang memprihatinkan (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang - Kondisi 3 ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bugel di Serang, Banten, ini sungguh memprihatinkan. Bangunan sekolah retak-retak, padahal hari ini adalah hari pertama masuk sekolah.

Sekolah itu berada di Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Serang, Banten. Ruang kelas yang rusak parah terdapat di kelas 1, 2 dan 3. Selain dinding sekolah yang retak, lantai yang awalnya disemen rusak parah. Selain itu, banyak atap langit-langit yang bolong menjadikan ruangan tidak layak pakai.

Hari Pertama Sekolah, Ruang Kelas SD di Serang ini MemprihatinkanNamun siswa masih semangat belajar (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)


Namun 1 ruangan untuk kelas 1 sudah tidak dipakai. Namun, 2 ruang lain yaitu untuk kelas 2 dan 3 terpaksa digunakan karena sekolah kekurangan ruang. Kondisinya berdebu karena lantai sudah bercampur tanah. Padahal ruangan tersebut terlihat masih digunakan anak-anak belajar.

Kepala SDN Bugel Muhammad Rais menyebut ruang kelas yang rusak itu sudah sejak 2010 tetapi semakin parah pada tahun 2014. Dia mengaku sudah melaporkan hal itu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Serang.

"Pengajuan dari tahun 2014 ke dinas terkait, Dinas Pendidikan," kata Rais saat berbincang dengan detikcom, Senin (17/7/2017).

Rais menyebut pemberlakukan 1 ruang digunakan bergantian karena ruang kelas 1 semakin parah. Sistemnya, begitu pukul 10.00 WIB, kelas itu digunakan untuk kelas 2.

"Atuh mau di mana lagi, kelas 1 akhirnya dialihkan sejak tahun kemarin. Karena sudah mulai parah," kata Rais.

Seingat Rais, sekolah itu mendapat bantuan perbaikan pertama kali pada tahun 2005. Dia berharap kini bantuan segera datang, apalagi kondisinya yang berdebu bisa saja membuat siswa mengalami sakit pernafasan.

Hari Pertama Sekolah, Ruang Kelas SD di Serang ini MemprihatinkanDinding sekolah retak (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)


"Ada kemungkinan sakit juga, tapi kan (siswa) nggak bilang ke sini," ucap Rais.

Saat ini, menurut Rais, ruang kelas 2 dan 3 digunakan rutin untuk kegiatan belajar mengajar. Untuk kelas 2 ada 27 siswa, sedangkan untuk kelas 3, ada 36 siswa.

Dengan kondisi sekolah seperti itu, Rais tetap berbangga lantaran kerap mendapatkan prestasi. Dia mengatakan selama 4 tahun berturut-turut sekolah itu menjadi juara umum Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) tingkat kecamatan.

"Meskipun sekolah rusak, selalu juara umum FLSSN," ujar Rais.

Salah satu orang tua siswa bernama Tinah menceritakan alasannya menyekolahkan anaknya di sekolah itu. Dia menyebut SDN Bugel itu paling dekat dengan rumahnya sehingga disekolahkan di SD itu.

"Atuh gimana sekolahnya kayak gini, mana jauh ke jalan," kata Tinah.
(bri/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com