DetikNews
Minggu 16 Juli 2017, 09:30 WIB

Peringatkan WNA, Kapolri Tito: Jangan Coba-coba Bawa Narkoba ke RI!

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Peringatkan WNA, Kapolri Tito: Jangan Coba-coba Bawa Narkoba ke RI! Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan agar Warga Negara Asing (WNA) tak membawa masuk narkotika ke wilayah Indonesia. Tito mengatakan jajarannya tak segan-segan untuk melakukan tindakan tegas pada mereka.

"Sekaligus peringatan, kepada WN asing jangan coba-coba membawa narkoba ke Indonesia, meracuni Indonesia," tegas Tito di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).



Tito menegaskan jika WNA nekat membawa narkotika ke Indonesia, jajaran kepolisian akan menyelesaikannya secara adat atau tembak di tempat.

"Saya sudah perintahkan kepada jajaran, yang utama kalau ada WN asing membawa narkoba, menarget Indonesia selesaikan secara adat," tuturnya.



Peringatan itu merupakan tindakan tegas kepolisian kepada para bandar narkoba yang nekat menyelundupkan ke Indonesia. Jika masih nekat, Tito tidak segan

"Selesaikan secara adat. Itu warning dari kami sudah banyak kami lakukan, akan kami terus lakukan jika mereka masih berani," ujar Tito.

Tito menyebut, Polri dan kini tengah menargetkan bandar-bandar utama narkoba. Pasalnya, mereka adalah jantung dari peredaran narkoba yang meracuni Indonesia.

"Ini network, kita sudah paham. Network ibarat sistem. Saling tergantung satu sama lain tapi yang utama jantungnya bandar besar. Kalau bandar besar melakukan, ya sudah selesaikan saja," ungkap Tito.



Tak hanya memotong pergerakan bandar, Tito menegaskan akan menekan jumlah pengguna. Dalam hal ini, Tito mengatakan Polri perlu bekerja sama dengan stakeholders terkait untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang masih masif.

"Kita juga memotong demand, tapi enggak bisa penegak hukum sendiri, perlu bersama stakeholder lainnya. Ini pekerjaan banyak orang, tidak hanya pemerintah, juga tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, agar anaknya tidak terjebak narkotika," kata Tito.

Seperti diketahui, empat WN Taiwan--satu di antaranya ditembak mati--disergap ketika hendak mengangkut 1 ton sabu dengan dua unit mobil Toyota Innova berwarna hitam dan gold. Barang tersebut diangkut via laut dengan menggunakan perahu bermesin hingga bibir pantai.

Jaringan ini bekerja tanpa melibatkan jaringan narkoba di Indonesia. Adapun sejumlah WNI dimanfaatkan oleh jaringan tersebut sebagai fasilitator untuk membantu mereka mencarikan tempat dan kendaraan untuk disewa selama mereka beraktivitas di Indonesia.


(ams/ams)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed